"Itu nanti multiyears. Kalau tidak salah tahun 2022-2023 selesai," jelas Kepala Bappeda Kabupaten Magelang Sugiyono saat dihubungi kemarin (18/6).
Proyek ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 400 miliar. Lokasi pembangunan berada di Masjid An-Nur. Lokasi masjid tersebut dipadukan dengan tanah milik Pemkab Magelang dan Pemprov Jawa Tengah. ”Pemkab sekitar 1,6 hektare. Pemprov sekitar 3,4 hektare," jelasnya.
Saat ini sejumlah lahan telah dibebaskan. Pembebasan tanah dari pemkab sudah selesai. ”Masih ada tersisa itu akan diselesaikan provinsi. Kami akan membantu," jelasnya.
Pembangunan MAJT merupakan bagian dari program Kota Mungkid sebagai pusat pemerintahan dan kebudayaan. Masjid ini nantinya sebagai pusat keislaman di Kabupaten Magelang. "Kita butuh kegiatan keagamaan yang representatif," jelasnya.
Selain itu, masjid ini menjadi bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Candi Borobudur. Sebagai salah satu destinasi wisata superprioritas, wilayah Borobudur memerlukan masjid yang representatif. Dengan demikian, kebutuhan keagamaan bagi wisatawan muslim terfasilitasi.
"Tidak hanya untuk kegiatan ritual tapi juga sosial, ekonomi, bahkan wisata. Dari sisi spiritual juga. Nanti ketika wisatawan ke Borobudur mampir di sini," jelasnya. (asa/amd)
Editor : Editor Content