"Transmisi lokal masih kami kaji untuk menentukan status tanggap darurat," jelasnya saat dihubungi Jumat (24/4).
Sebelumnya, bupati telah memperpanjang masa tanggap darurat. Semula tangga darurat diberlakukan sampai 11 April. Masa tanggap darurat kemudian diperpanjang hingga 25 April atau besok. Hingga kemarin belum diketahui apakah status tanggap darurat tersebut akan diperpanjang lagi atau tidak.
Pemkab Magelang telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kasus Covid-19. Salah satunya dengan membatasi jumlah pemudik yang datang ke Kabupaten Magelang.
"Bulan puasa dan Idulfitri ada imbauan untuk tidak mudik. Kami berharap ini akan mengurangi. Empat hari pertama dan kedua akan menambah kemungkinan sehingga kami berharap tidak mudik," jelasnya.
Bupati menegaskan, pemkab menyiapkan posko mudik di Kecamatan Secang dan Kecamatan Salaman. Kesu posko tersebut untuk memantau warga yang sudah terlanjur mudik.
"Harapannya sudah ada screening berangkat dari mana, tujuan ke mana," jelasnya.
Bupati berharap setiap pemudik memiliki kesadaran untuk mengisolasi diri. "Kami harap pemudik tetap melakukan isolasi secara mandiri. Kalau dari para pemudik ada gejala (Covid-19) segera kami imbau untuk menghubungi bidan desa dan puskesmas. Akan dibantu relawan dan babinsa, serta babinkamtibmas," jelasnya.
Menurutnya, penanganan Covid-19 membutuhkan gotong royong semua lini. "Kami juga tidak ingin ekonomi lumpuh secara total. Kami harap semua bisa mematuhi protokol kesehatan," jelasnya. (asa/amd)
Editor : Editor Content