SLEMAN, RADAR JOGJA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan intensitas. Berdasarkan laporan terbaru Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 28 Februari 2026, tercatat satu kali kejadian Awan Panas Guguran (APG).
Petugas penyusun laporan BPPTKG, Yulianto, mengonfirmasi bahwa awan panas tersebut meluncur ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur sejauh 400 meter. Tak hanya itu, aktivitas guguran lava pijar juga terpantau cukup tinggi.
Detail Aktivitas Merapi: Dominasi Guguran Lava
Selama 24 jam pengamatan, Merapi menunjukkan kegempaan yang cukup fluktuatif namun konsisten pada level tinggi. Berikut adalah rincian aktivitas visual dan kegempaan Merapi:
Awan Panas Guguran: Terjadi 1 kali dengan amplitudo 16 mm dan durasi 146,29 detik.
Guguran Lava: Teramati sebanyak 30 kali ke arah Kali Sat, Kali Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimal mencapai 2.000 meter (2 km).
Kegempaan: Tercatat 141 kali gempa Guguran dan 61 kali gempa Fase Banyak (Hybrid), yang menandakan suplai magma dari dalam masih terus berlangsung.
Kondisi Meteorologi di Puncak
Cuaca di sekitar Gunung Merapi terpantau bervariasi antara cerah, berawan, hingga mendung dengan suhu udara berkisar 16.6–27.5 °C. Tercatat pula volume curah hujan sebesar 57 mm per hari, yang meningkatkan risiko terjadinya banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di Merapi.
Rekomendasi Keamanan: Status Level III (Siaga)
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten:
Daerah Bahaya Sektor Selatan-Barat Daya: Meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
Daerah Bahaya Sektor Tenggara: Meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
Ancaman Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Waspada Lahar: Masyarakat diminta waspada terhadap ancaman lahar dingin, terutama saat terjadi hujan deras di area puncak.
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya tersebut dan terus memantau perkembangan melalui kanal resmi MAGMA Indonesia atau media sosial PVMBG. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin