Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Demo, Pagar Mapolda DIY Roboh,  Tembok Penuh Coretan, Peserta Aksi: Ini Bentuk Kemarahan Masyarakat

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 24 Februari 2026 | 22:12 WIB

 

 

EKSPRESI KEMARAHAN MASYARAKAT: Massa melakukan aksi dengan mencorat-coret dan menempelkan poster di pagar Mapolda DIJ, tadi malam (24/2). Aksi dipicu oleh seorang anak di Tual, Maluku, yang meninggal.
EKSPRESI KEMARAHAN MASYARAKAT: Massa melakukan aksi dengan mencorat-coret dan menempelkan poster di pagar Mapolda DIJ, tadi malam (24/2). Aksi dipicu oleh seorang anak di Tual, Maluku, yang meninggal.

JOGJA - Ratusan massa menggeruduk markas Polda DIY di Ring Road Utara, Condongcatur, Depok, Sleman, Selasa (24/2) malam. Tembok depan Mapolda DIY dicorat-coret dan pagar sebelah timur juga telah rusak.

Massa berjalan kaki dari arah timur. Mereka sampai di mapolda sekitar pukul 18.00, tanpa ada orasi. Tak berselang lama, beberapa orang mulai mencorat coret tembok depan polda dengan tulisan "All Cops Are Bastard". Di sebelah timur, gerbang besi juga telah rusak.

Salah seorang peserta massa aksi berinisial UDE mengatakan, aksi itu sebagai bentuk kemarahan masyarakat. Khususnya pascakasus meninggalnya anak di bawah umur yang diduga karena hantaman helm oleh seorang anggota Brimob di Kota Tual, Maluku.

"Ada bocah 14 tahun yang nggak salah apa-apa, lagi jalan motor, tiba-tiba dihantam helm kepalanya. Terus tewas dan sebagainya," ujarnya saat ditemui di depan Mapolda DIY, Selasa (24/2).

Kabar itu membuat sebagian masyarakat Jogja sadar dan semakin tidak percaya dengan adanya agenda reformasi Polri yang digaungkan pemerintah. Padahal aksi serupa juga pernah terjadi di Mapolda DIY Agustus tahun lalu.

Menurutnya, hal itu juga tidak ada perubahan signifikan dari agenda reformasi Polri. "Ini yang terjadi adalah masyarakat hari ini paham ternyata yang busuk itu bukan oknum, tapi seluruh institusinya. Jadi aksi ini adalah upaya untuk meluapkan kemarahan masyarakat," bebernya.

Ia mengatakan aksi hari itu tidak ada tuntutan apa pun. Bahkan tidak ada juga panggung orasi selayaknya aksi demonstrasi pada umumnya.  "Jadi ini aksi memang fluid (mengalir) lah. Benar-benar sudah fluid dan sebagainya," ucapnya.

Menurutnya, coretan dan pagar yang roboh itu merupakan bagian dari bentuk ekspresi kemarahan massa. Peserta aksi terdiri atas masyarakat hingga mahasiswa di beberapa kampus di Jogja.

"Kami gak ada rundown aksi. Belum tahu ini sampai jam berapa," tandasnya. Hingga tadi malam demonstrasi masih berlangsung. Setengah Jalan Ring Road Utara di sisi utara yang digunakan kendaraan melaju ke arah timur ditutup. (oso/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Mapolda DIY #Demo #anggota brimob #acab #reformasi polri