RADAR JOGJA - Meski Ramadan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden Prabowo Subianto terus berjalan.
Kendati begitu di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi sorotan publik.
Lantaran diwujudkan dalam bentuk makanan atau menu kering.
Tak hayal menjadi perbincangan dan ramai di jagat maya.
Variasi menu, kandungan gizi, serta kewajaran porsi termasuk harga dari menu MBG kering yang diterima oleh para siswa banyak menuai komentar publik.
Salah satunya, Baharuddin Kamba selaku orangtua murid sekaligus aktivis yang konsern menyoroti persoalan korupsi di tanah air.
Dia meminta kepada seluruh Satuan Penyelenggara Pemenuhan Gizi (SPPG) khususnya di DI Yogyakarta segera melakukan evaluasi secara menyeluruh.
Terutama dalam hal menu kering selama bulan Ramadan, kandungan gizi serta kewajaran dari harga yang diterima oleh para siswa banyak diungkit.
Kamba menekankan bahwa evaluasi penting dilakukan agar program MBG tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni memastikan asupan gizi yang layak bagi penerima manfaat meskipun dalam suasana Ramadan.
Menurutnya, kebaikan harga bahan pokok dan kebutuhan dapur selama bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri tak terkecuali masyarakat biasa yang tak ikut 'cawe-cawe' ngurus MBG.
Namun demikian kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas maupun standar gizi termasuk harga dalam program MBG yang jadi sorotan publik termasuk Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto ini.
"Kami sebagai rakyat pemberi mandat berharap kepada para anggota dewan di masing-masing wilayahnya untuk menjalankan fungsi pengawasannya secara maksimal," tandasnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva