Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Selain Bom Rakitan Ada Kertas Bertuliskan Arab Gundul

Administrator • Kamis, 29 Desember 2016 | 12:39 WIB
Photo
Photo
RADARJOGJA.CO.ID - MUNGKID - Temuan bom rakitan di Jalan Magelang-Kopeng, Salatiga, tepatnya di Desa/Kecamatan Tegalrejo masih menjadi pertanyaan besar masyarakat. Selain bom rakitan, di dalam tas juga terdapat kertas yang berisi tulisan Arab tanpa harakat (arab gundul). Juga terdapat gambar menyerupai peta dan sejumlah artikel. Terdapat pula sangkur, baut, dan paku payung.


Terkait tulisan Arab gundul yang ditemukan dalam tas berwarna cokelat itu, dinilai tidak sesuai standar penulisan. Menurut Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Yusuf Chlundori, beberapa gabungan tulisan Arab ada yang seharusnya dipisah, tapi justru digabung.


Ada kemungkinan tulisan itu berupa kode-kode agar tidak bisa dibaca orang lain, namun bisa dibaca kelompok tertentu. "Tulisannya bukan tulisan Arab standar. Arab awur-awuran. Kami kesulitan membacanya, seperti rajah," katanya kemarin (28/12).


Mestinya jika merujuk ilmu penulisan Arab gundul, pesan itu bisa dibaca. Namun demikian, Gus Yusuf, sapaannya, menyatakan sulit untuk membaca tulisan itu. "Nahwu shorof-nya tidak betul. Contohnya tulisan masjid harusnya mim, sin, jim, dan dal digabung. Tulisan itu seperti anak baru belajar menulis. Atau bisa juga kode-kode (penulis) yang saya tidak tahu," jelasnya.


Dia merasa janggal karena muncul kemungkinan, penulis tidak memahami ilmu tentang tajwid. Selain tulisan, hal yang janggal lainnya itu kenapa bom rakitan harus diletakkan di Tegalrejo. Selama ini daerah Tegalrejo dikenal daerah santri dan damai.


"(Kejanggalan lain) waktunya juga pas pagi hari," ungkapnya.


Selain tulisan arab gundul, ada juga gambar yang menyerupai peta. Menurut Gus Yusuf, peta itu memang seperti denah lokasi masjid di Kota Magelang. Dijelaskan, denah itu menggambarkan seperti Alun-Alun Kota Magelang yang di dekatnya ada masjid, Polres Magelang Kota, dan beberapa gereja di sekitarnya. Dia menilai, tulisan Arab gundul ini berupa seruan-seruan yang tidak bisa terbaca.


Terkait dengan temuan bom itu, Gus Yusuf tidak bisa mau berspekulasi lebih jauh. Temuan bom ini hampir sama seperti teror bom di tempat lain. Poinnya, bahwa temuan bom ini untuk menciptakan rasa tidak aman di masyarakat, keresahan, dan ujungnya ketidakpercayaan terhadap pemerintah.


"Tegalrejo selama ini dikenal dengan daerah damai. Tidak pernah ada aksi-aksi anarkistis. Itu mungkin merupakan satu pancingan-pancingan saja," ungkapnya.


Dia memastikan, aksi teror merupakan ajaran yang dilarang Islam. Dia mengungkapkan, Allah SWT tidak suka terhadap orang yang membuat keresahan. Pelaku teror ini dimungkinkan tidak memahami Islam.


Saat ini, banyak orang yang jihad hanya bermodal semangat. Akhirnya, mereka masuk ke jaringan-jaringan yang pahamnya salah. Namun, di Magelang kelompok-kelompok yang memiliki paham salah ini belum terlihat.


"Secara kasat mata tidak bisa melihat kelompok-kelompok seperti itu. Karena itu merupakan sel-sel," jelasnya.




Setelah kondisi ini, dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Di sisi lain lebih meningkatkan kewaspadaan. Dia juga berharap, masyarakat bisa memahami Islam secara utuh dan mendalam. Hal ini agar masyarakat mengetahui Islam yang merupakan agama yang ramah tidak suka kekerasan.


"Ponpes tidak terganggu dengan temuan bom itu. Tetap rutin setiap minggu, pertemuan kiai sebulan sekali. Semua berjalan seperti biasa," katanya.


Terpisah, Kapolres Magelang AKBP Hindarsono mengatakan, saat ini Polisi masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Polisi juga memeriksa beberapa saksi.


"Polisi belum mencurigai siapa pelakunya," kata Hindarsono.


Barang bukti yang dibawa dari lokasi terdiri dari beberapa jenis. Di antaranya serbuk dari baterai, sangkur, baut paku, dan tulisan untuk mengajak berjihad. Bom rakitan ini dinilai belum sempurna.


"Kami sudah pastikan serpihan-serpihan itu adalah komponen tidak sempurna. Bahan-bahannya isinya serbuk hitam, batu baterai, dan tidak ada detonatornya. Ini hanya untuk memberikan teror kepada warga masyarakat," jelasnya.


Dia mengatakan, usai temuan bom, penyidik mengumpulkan CCTV dari lokasi. Termasuk perihal temuan di lokasi seperti denah dan lainnya. Hal tersebut masih dalam pengusutan petugas. "Kami masih lidik," katanya.


Untuk diketahui, jelang pergantian tahun baru, warga Magelang dan sekitarnya dikejutkan dengan temuan bom rakitan. Warga menemukan tas yang berisi bom di depan Apotek Perintis Farma Tegalrejo, Jalan R Pahlawan 83 Tegalrejo, Selasa pagi (27/12). Tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Polda Jawa Tengah langsung turun ke lokasi kejadian dan meledakkan bom rakitan itu. (ady/ila/ong) Editor : Administrator

#Magelang #arab gundul #teroris #Mungkid #bom rakitan