Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Daging Ayam di Bantul Mulai Tembus Rp 40 Ribu per Kilogram jelang Ramadan, Ruwahan dan Program MBG Disebut Jadi Penyebab

Cintia Yuliani • Kamis, 12 Februari 2026 | 21:45 WIB
 
 
LAPAK: Pedagang sembako Fitriani sedang menunggu pembeli, membeli dagangannya di Pasar Bantul Kamis (12/2)
LAPAK: Pedagang sembako Fitriani sedang menunggu pembeli, membeli dagangannya di Pasar Bantul Kamis (12/2)
 
BANTUL - Jelang Ramadan, sejumlah harga bahan pokok mulai mengalami kenaikan. Kondisi tersebut terlihat di Pasar Bantul, terutama pada komoditas daging ayam dan telur.  
 
Pedagang ayam di Pasar Bantul Noni Pratiwi, 43, mengatakan, sejak dua minggu terakhir harga daging ayam naik. Dua minggu lalu masih diangka Rp 36 ribu sedangkan saat ini sudah naik menjadi Rp 40 ribu. 
 
“Naik, karena ada ruwahan dan MBG juga ngaruh,” jelasnya saat ditemui di lapak dagangannya Kamis (12/2).
 
Baca Juga: Ribuan Karya Busana Desainer Profesional dan Muda Tampil di Jogja Fashion Week 2026: Bukan Sekadar Fashion Show, JFW Jadi Ajang Bisnis Kreatif
 
Sementara itu, pedagang sembako Fitriani mengatakan, dari beberapa sembako yang dijualnya, hanya harga telur yang merangkak naik. 
 
“Telur sekarang Rp 30 ribu, dua hari yang lalu Rp 26 ribu,” beber wanita berumur 36 tahun itu.
 
Senada dengan Noni, kenaikan harga telur dipengaruhi oleh momentum menjelang puasa, adanya tradisi ruwahan, serta persediaan MBG.
 
Baca Juga: Bosan Dijuluki Isin Menang atau Imbang Meneh, PSIM Jogja Targetkan Poin Penuh di Kandang Persik
 
Ia melanjutkan, hingga saat ini harga kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil. Harga beras berada di kisaran Rp 13.500 hingga Rp 15.000 per kilogram. 
 
Sementara minyak goreng kemasan dua liter dijual Rp 41 ribu, sedangkan satu liter dijual Rp 18 ribu. 
 
Bawang putih dibanderol Rp 33 ribu per kilogram dan bawang merah Rp 35 ribu per kilogram.
 
Baca Juga: PSIM Jogja Diam-Diam Bangun Kekuatan Baru, Tahun Ini Hanya Fokus Bertahan di BRI Super League dengan Nyaman
 
Meski memasuki Ramadan, ia mengaku tidak menambah stok barang dagangan. Hal itu lantaran penjualan mengalami penurunan sejak masa pandemi Covid-19 hingga sekarang.
 
Saat Ramadan, jam operasional tokonya juga akan dikurangi, menyesuaikan dengan waktu persiapan buka puasa dan pelaksanaan salat Tarawih.
 
“Biasanya buka dari jam enam pagi sampai maghrib, kalau puasa nanti tutup jam empat,” katanya. 
 
Baca Juga: PSS Sleman Ikuti Keputusan Dari ILeague, Pertandingan Kontra Deltras Berubah Jam
 
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul Prapta Nugraha mengatakan, stok komoditas saat ini masih tergolong aman. Maka dari itu, harga jual di pasar tidak terlalu naik. 
 
"Kami juga masih melakukan kerja sama dengan jajaran instansi di DIY untuk melakukan pengendalian pangan," katanya. 
 
Pihaknya telah melakukan operasi pasar di Kapanewon Pandak bersama Dinas Koperasi dan UKM DIY. Sedangkan terkait sidak pasar, DKUKMPP Bantul rutin mengerahkan petugas pegawai pasar. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita
#Mbg #harga bahan pokok #pasar bantul #daging ayam #ramadan #ruwahan #telur #komoditas