MAGELANG - Polres Magelang Kota menerima laporan dugaan tawuran yang melibatkan pelajar di wilayah Kelurahan Wates, Senin (9/2). Meski saat petugas tiba di lokasi mereka telah membubarkan diri, peristiwa itu menjadi peringatan kepada masyarakat, terutama menjelang Ramadan.
Kapolres Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi mengatakan, informasi awal diterima dari petugas piket. Namun, ketika anggota mendatangi lokasi yang dilaporkan, situasi sudah kondusif dan tidak ditemukan lagi kelompok pelajar yang diduga terlibat.
"Kemarin ada laporan dugaan tawuran. Anggota sudah datang ke lokasi, tetapi sudah bubar. Ini jadi perhatian kita bersama," ujar Dikri saat ditemui, Selasa (10/2).
Dia pun mengimbau para pelajar untuk menahan diri dan tidak terprovokasi. Terlebih dalam waktu dekat akan memasuki bulan Ramadan, yang seharusnya menjadi momentum memperkuat kegiatan positif dan ibadah.
"Apa yang mau dicari? Tunjukkan pelajar itu pintar secara akademis. Jangan gunakan emosi, gunakan pikiran untuk berprestasi," tegasnya.
Terkait dugaan tawuran tersebut, polisi masih melakukan pendalaman. Rekaman CCTV di sekitar lokasi tengah diperiksa untuk mengidentifikasi para pelaku, termasuk kemungkinan pelacakan kendaraan dan asal sekolah yang terlibat.
Dia menekankan, pencegahan jauh lebih penting daripada penindakan. Karena itu, masyarakat diminta proaktif melaporkan jika melihat indikasi pelajar berkumpul dalam jumlah besar dengan potensi konflik.
"Kalau ada anak sekolah kumpul-kumpul dan dicurigai akan terjadi sesuatu, segera informasikan ke kami sebelum kejadian. Supaya kita bisa cepat ambil langkah," terangnya.
Dia menyebut, tawuran, pengeroyokan, dan penganiayaan sebagai pekerjaan rumah yang harus dicegah bersama. Polisi, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan lingkungan sekitar.
Editor : Heru Pratomo