Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bebaskan Lahan Srowol, Bangun Jembatan 100 Meter

Administrator • Rabu, 9 Maret 2016 | 00:07 WIB
Photo
Photo
Adi Daya Perdana/Radar Jogja
MAGELANG-KULONPROGO: Pemerintah akhirnya bisa membebaskan lahan Srowol untuk segera dibangun jembatan sepanjang 100 meter dan lebar tujuh meter. Jembatan lama putus akibat banjir erupsi Merapi 2010.
MUNGKID - Meski sempat terkendala pembebasan lahan, pembangunan Jembatan Srowol akhirnya bisa segera dimulai. Tanah di perbatasan Kecamatan Mungkid dan Muntilan itu sudah milik Pemkab Magelang. Meski sempat dua tahun gagal, tanah milik warga sekitar itu kini sudah dibeli pemerintah dan siap untuk dibangun.

Pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan sudah dianggarkan selama dua tahun, yakni pada APBD 2013 dan 2014. Meski demikian, warga dan tim pembebasan lahan tidak menemui kesepakatan. Hingga akhirnya tanah bisa dibebaskan pada akhir 2015 silam.

"Waktu itu pemilik lahan belum ada yang cocok soal ganti rugi," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Miniral (DPU-ESDM) Kabupaten Magelang Sutarno.

Ia mengatakan, setelah berhasil dibebaskan, pembangunan rencananya dilangsungkan pada 2017 mendatang. Pelaksana pembangunan di tangan Kementerian Perumahan Rakyat. Menurut Sutarno, Jembatan Srowol keberadaanya sangat vital sekali karena bisa menghubungkan antara Kabupaten Magelang dengan Kabupaten Kulonprogo, DIJ. Terlebih lagi setelah akses bandara di Kulonprogo jadi akan memudahkan untuk sarana transpotasi wisatawan menuju Candi Borobudur.

"Rencananya pembangunan pada 2017 dengan panjang 100 meter dengan lebar jembatan perbandingan 1:7:1," jelasnya.

Jembatan dibangun dengan ruas kanan dan kiri trotoar selebar satu meter. Kemudian tengah jembatan lebarnya tujuh meter. Nantinya, jembatan juga bisa dilalui kendaraan besar seperti bus pariwisata. Ia berharap, setelah tanah dibebaskan semoga pemerintah pusat segera memverifikasi ke pemerintah daerah.

"Pemerintah pusat juga sudah cek ke lokasi. Kalau jembatan sudah jadi, bus pariwisata nanti bisa lewat dan tidak lagi memutar melalui Kecamatan Muntilan. Jadi akan lebih cepat," jelas Sutarno.

Salah seorang warga Srowol, Parman, 72, mengatakan pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan telah dilangsungkan pada 2015 lalu. Tanah yang sudah dibebaskan di antaranya terdiri dari tegalan dan halaman rumah warga.

"Pembebasan lahan untuk jembatan telah selesai dilangsungkan. Lokasinya di barat sabo dam ini," tuturnya. Untuk dietahui, Jembatan Srowol hanyut terkena banjir lahar dingin pascaerupsi Merapi 2010 lalu. Kemudian pemerintah pusat membangun jembatan gantung yang bisa dilewati sepeda motor baik dari arah Sawitan, Mungkid maupun Japunan, Muntilan. Selain itu dibangun pula sabo dam yang di atasnya bisa dilewati mobil di bawah 2000 cc. (ady/laz/ong) Editor : Administrator
#Magelang