HARUS TERPADU: Seminar Membangun Pondok Pesantren Muhammadiyah Berbasis Persyarikatan di Aula Kantor PD Muhammadiyah, Jalan Magelang-Jogja Km 11 Paremono, Mungkid.
MUNGKID - Pendidikan pesantren dengan pendidikan sekolah formal perlu dikelola secara terpadu. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah membuat kebijakan bahwa posisi pimpinan sekolah sekaligus juga menjadi pimpinan pesantren. Dengan demikian tidak akan terjadi tumpang tindih dalam proses pengambilan kebijakan.
Direktur Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Imam Syuhodo Sukoharjo H Yunus Muhammadi mengatakan, kegiatan pesantren dan kegiatan sekolah formal menjadi satu kesatuan yang utuh di lembaga pendidikan yang bersangkutan. Dengan penyatuan pimpinan sekolah dan pesantren ini bisa mendukung jalanya proses pembangunan.
"Oleh karena itu perlu manajemen satu atap dengan satu kepemimpinan," kata Yunus dalam seminar bertema Membangun Pondok Pesantren Muhammadiyah Berbasis Persyarikatan di Aula Kantor Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah, Jalan Magelang-Jogjakarta Km 11 Paremono, Mungkid, kemarin.
Menurutnya, pendidikan pesantren dengan pendidikan sekolah formal perlu dikelola secara terpadu. Dengan manajemen yang terpadu, maka kegiatan belajar mengajar di pesantren dengan di sekolah bisa menjadi kesatuan.
"Ke depan keduanya bisa saling bersinergi demi tercapainya sebuah tujuan yang diharapkan," jelasnya.
Direktur Muhammadiyah Boarding School Jogjakarta H Nashirul Ahsan mengatakan, terdapat aspek-aspek penting dalam pendidikan. Di antaranya keimanan, intelektual, kepribadian, kepemimpinan dan sosial. "Keseluruhanya bisa terpenuhi ketika ada pengeloaan yang terpadu antara pendidikan pesantren dengan sekolah formal," katanya.
Seminar yang diselenggarakan PD Muhammadiyah Kabupaten Magelang ini dihadiri kepala SMP, SMA, SMK, MA, pimpinan pondok pesantren, organisasi otonom (ortom). Selain itu juga dihadiri Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah se-Kabupaten Magelang. (ady/laz/ong) Editor : Administrator