RADAR JOGJA - UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmart) Gunungkidul mencatat tingginya laporan penyelamatan sepanjang Januari 2026. Tidak hanya kebakaran, petugas kerap menangani evakuasi hewan hingga penyelamatan barang, bahkan harus menyelam ke dasar telaga demi menolong masyarakat. Lho?
Kasubag TU Damkarmart Gunungkidul Ngadiyono mengungkapkan, selama Januari tercatat sedikitnya 35 kasus penyelamatan. Laporan terbanyak terkait evakuasi ular, tawon, dan sapi terperosok.
"Kami di Damkarmart Gunungkidul menerapkan konsep kring plencing. Artinya, 15 menit setelah laporan masuk, tim sudah harus siap dan bergerak ke lokasi kejadian," ujar Ngadiyono saat dikonfirmasi Senin (2/2).
Ia menjelaskan, dari puluhan laporan itu, kasus evakuasi ular mendominasi dengan total 10 laporan. Selain itu, petugas juga menangani evakuasi sapi terperosok, sarang tawon, pelepasan cincin, pengambilan kunci mobil yang tertinggal, hingga pengambilan telepon genggam yang jatuh ke perairan.
Salah satu kasus paling menyita perhatian terjadi di Telaga Jonge, Kalurahan Pancarejo, Kapanewon Semanu, pertengahan Januari lalu. Ponsel seorang pengunjung terjatuh ke dalam telaga. Meski lokasi jatuhnya tidak terlalu ke tengah, kondisi telaga dinilai berbahaya jika diambil sendiri.
"Sekitar 15 menit setelah laporan kami terima, tim langsung menuju lokasi. Satu personel melakukan pencarian dengan cara berenang dan menyelam di dasar telaga selama hampir 10 menit, hingga akhirnya ponsel berhasil ditemukan,” terang Ngadiyono.
Selain itu, Damkarmart juga menangani kasus kunci mobil yang tertinggal di dalam kendaraan. Dengan tim khusus, proses evakuasi barang itu dapat diselesaikan dalam waktu singkat tanpa merusak kendaraan.
Ia menambahkan, seluruh layanan penyelamatan yang dilakukan Damkarmart tidak dipungut biaya selama bersifat darurat dan menyangkut keselamatan masyarakat.
"Kondisi kami memang masih terbatas, baik dari sisi pos maupun personel. Namun selama masih dalam jangkauan wilayah layanan, kami akan tetap bergerak cepat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Damkarmart Gunungkidul Handoko menyebut, standar kerja kring plencing selalu diterapkan dalam setiap penanganan. “Semalam saja ada tiga laporan animal rescue dari masyarakat, dan ketiganya berhasil kami tangani,” ujarnya.
Tiga laporan itu meliputi evakuasi sapi yang masuk ke septic tank di Tahunan, Karangduwet, Paliyan, kemudian evakuasi ular sanca yang masuk pekarangan warga di Pengkol, Nglipar, serta evakuasi sarang tawon di Beji, Ngawen. Seluruh penanganan dilakukan tanpa biaya dan tidak menimbulkan korban.
Handoko mengimbau masyarakat segera melaporkan setiap kejadian darurat kepada Damkarmart agar dapat ditangani secara aman dan profesional. "Begitu laporan masuk, kami lakukan pemetaan kondisi darurat. Setelah itu tim langsung diterjunkan ke lokasi sesuai standar waktu yang telah ditetapkan. Ya, kring plecing, setelah dapat kami langsung bergerak,” tandasnya. (bas/laz)