Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Komandan Apel Diminta Ulang Aba-Aba

Editor News • Selasa, 8 Juli 2014 | 15:35 WIB
Polda DIJ resmi melakukan pergeseran personel kepolisian ke seluruh TPS di Jogjakarta. Langkah ini untuk melakukan pengamanan coblosan Pilpres 2014. Polda DIJ menugaskan lebih lima ribu personel. Mereka disebar untuk melakukan pengamanan di 8.354 TPS di kota dan kabupaten di Jogjakarta. Kapolda DIJ Brigjen Pol Haka Astana mengatakan, pergeseran personel kepolisian ke seluruh TPS ini menjadi titik awal kesiapan kepolisian dalam pengamanan pilpres. Polda juga telah memetakan daerah yang berpotensi terjadi gesekan antarpendukung pasangan capres dan cawapres. "Jumlah itu sudah disesuaikan dengan TPS yang ada di DIJ. Seluruhnya dinyatakan siap mengamankan pilpres," kata Kapolda usai menggelar apel pergeseran pasukan pengamanan Pemilu Capres-Cawapres 2014 di halaman Mapolda DIJ kemarin (7/7).
Upacara gelar pasukan ini dimulai pukul 08.00. Seluruh jajaran kepolisian ikut serta. Saat apel berlangsung, sempat ada insiden yang mewarnai gelar pasukan itu. Komandan upacara salah memberikan aba-aba kepada pasukan ketika melakukan penghormatan kepada instruktur upacara yakni Kapolda. "Ulangi (aba-abanya). Saya yang komandan apel, apa kamu yang komandan apel," kata Kapolda. Insiden itu tak berlangsung lama. Komandan upacara segera mengulangi aba-aba yang keliru itu. Aba-aba itu pun langsung diikuti seluruh peserta apel. Dalam momentum pilpres ini, Kapolda berharap masyarakat tidak perlu khawatir dalam memberikan hak suara. Kepolisian bersama TNI telah mengerahkan seluruh pasukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
Kapolda juga mengimbau seluruh personelnya agar mewaspadai pertentangan antarpendukung. Anggota kepolisian harus selalu memonitor dengan baik terkait potensi konflik komunikasi maupun konflik fisik. Selain itu, Kapolda mengingatkan jajarannya ikut membantu meningkatkan pengawasan. "Jangan sampai terjadi kecurangan di TPS selama pencoblosan sampai pada tahapan penghitungan suara," imbuhnya. Khusus di TPS dengan pemilih yang dinilai sebagai orang penting atau pejabat, Polda DIJ menerjunkan personel khusus. Pengamanan di TPS model ini dilakukan secara terbuka maupun tertutup. Informasi terakhir yang diperoleh Polda DIJ, Wakil Presiden Budiono akan memberikan suara di Sawitsari, Condongcatur, Depok, Sleman.
Kabid Humas Polda DIJ AKBP Anny Pudjiastutui menambahkan, jumlah personel yang diterjunkan di TPS digolongan dalam beberapa tingkat potensial konflik. Itu mulai aman, rawan I, dan rawan II. Jumlah personel yang dilibatkan dalam setiap kategori berbeda. "Secara keseluruhan di wilayah DIJ, TPS yang tersedia bisa dipastikan kondusif," kata dia. Personel Polda DIJ yang diterjunkan dalam coblosan pilpres nantinya akan bertugas sejak pemungutan sampai penghitungan suara. "Termasuk meningkatkan pengawasan dan pengamanan untuk logistik pemilu," jelasnya. (fid/amd) Editor : Editor News