Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Belajar dan Bermain di Archimedes Academy

Editor News • Senin, 21 April 2014 | 16:09 WIB
Photo
Photo
JOGJA - Konsep pembelajaran berbeda ditawarkan Archimedes Academy. Yaitu, belajar sembari bermain dan bermain sambil belajar.
Ini sesuai moto Archimedes Academy, yaitu discover, connect, and inspire. Mereka mengajak anak-anak berkembang sesuai bakatnya. Archimedes Academy memang diperuntukkan bagi anak-anak sesuai usianya, baik playgroup maupun taman kanak-kanak (TK). Archimedes menawarkan metode pembelajaran yang berbeda dengan lainnya.
"Sesuai prinsip keseimbangan Archimedes, harapan kami yang diberikan untuk anak sesuai outputnya," kata Manager Archimedes Academy Jogja, Jefry Jatiutomo, kemarin (20/4).
Menurut Jefry, Archimedes Academy membuat program yang menyeluruh bagi anak, juga mengkombinasikan dengan kurikulum nasional. Ini untuk meningkatkann multiintelegence anak.
"Setiap anak punya kelebihan di satu bidang. Tetapi, di sini dilengkapi kelebihan lain, sehingga nanti menjadi komplit," terangnya.
Jefry mencontohkan, saat ada anak memiliki kelebihan di bidang musik, nantinya juga dibekali pengetahuan lain, sehingga menjadi komplit. Harapannya, menjadi anak yang menjadi dirinya sendiri dan mengeluarkan potensi yang dimiliki. Juga menjadi satu kesatuan yang utuh dan punya karakter serta budi pekerti budaya Indonesia.
"Harapan kami, anak-anak tidak melupakan budaya Indonesia dan bisa go international," terangnya.
Untuk itu, Archimedes Academy yang beralamat di Jalan Supadi Nomor 9 Jogja juga dilengkapi Kawai Music School, World Languages Center dengan 14 bahasa. Juga ION'S Culinary College Cooking Class untuk anak serta fun science.
Di setiap kelas, jumlah peserta dibatasi. Untuk tingkat playgrup, satu kelas diisi 10 - 12 anak. Sedangkan TK sebanyak 15 anak dengan masing-masing dua guru.
Jefry melanjutkan, metode pembelajarannya juga berbeda. Guru hanya sebagai fasilitator. Pembelajaran juga dua arah. Bukan hanya dari guru saja, tetapi anak yang menentukan dengan membuat anak banyak bertanya. Program juga dibuat gabungan. Dari science,matematika, membaca, art, hingga social culture.
"Kami buat mereka belajar sembari bermain dan bermain sambil belajar," katanya.(pra/hes) Editor : Editor News