JOGJA - Sebanyak 32 siswa SMAN 1 Jogja yang sebelumnya absen ke sekolah karena bergejala keracunan, mayoritas sudah kembali masuk Jumat (17/10). Empat siswa belum berangkat, dua di antaranya terkonfirmasi masih sakit perut.
"Untuk 32 siswa yang tidak masuk itu tadi malam sudah saya minta datanya ke orangtua masing-masing melalui WhatsApp dan udah ngirim semua. Tidak ada yang opname," ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Jogja Ngadiya saat dikonfirmasi Jumat (17/10).
Ia kemarin pagi juga menyempatkan untuk melakukan pengecekan di seluruh kelas. Diketahui empat anak masih belum berangkat sekolah. Ia pun mengintruksikan kepada guru BK agar mendatangi ke rumah siswa itu.
"Alhamdulilah mereka di rumah, tidak ke rumah sakit. Artinya sudah semakin membaik kesehatannya," paparnya.
Kondisi dua siswa itu, menurutnya, sudah seperti orang sehat pada umumnya. Tapi sesekali masih merasakan sakit pada perutnya. Dari keempat siswa yang masih absen, dua di antaranya tidak masuk dengan alasan sakit, namun bukan karena MBG.
"Dua orang (lain) bukan karena MBG. Mereka meriang, mau pilek atau apa gitu," ucapnya.
Ia mengakui pasca kejadian keracunan, banyak siswa yang trauma untuk menyantap MBG. Terbukti, di hari Kamis (16/10) lalu ada 420 menu MBG yang tidak diambil siswa.
"Kemarin kan ada satu kelas itu hanya ngambil 5-10. Padahal satu kelas jumlahnya 36 siswa. Saya tanya masih ragu-ragu, masih trauma," tandasnya.
MBG yang tidak diambil itu, oleh Ngadiya kemudian dikembalikan kepada pihak SPPG. Jumat kemarin (17/10) MBG di sekolah yang familiar dengan sebutan SMA Teladan itu sementara dihentikan. Ia belum tahu pasti sampai kapan program itu dihentikan.
"Kemungkinan antara satu minggu sampai dua minggu tergantung hasil labnya gimana. Perbaikannya harus bagaimana. Setelah hasil evaluasi selesai, perbaikan selesai, mungkin bisa dilanjut lagi," jelasnya. (oso/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita