JOGJA - Malioboro akan menerapkan kawasan full pedestrian selama 24 penuh pada HUT ke-269 Kota Jogja hari ini (7/10). Para musisi jalanan pun digandeng untuk menghibur wisatawan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tujuh panggung atraksi yang dapat dimanfaatkan oleh pengamen. Adapun tujuh titik itu tersebar dari Tugu Jogja, Malioboro, hingga Nol Kilometer.
Dia menjelaskan, pemberian fasilitas panggung atraksi ini merupakan salah satu upaya pemkot menata aktivitas pengamen. Sebab, kehadiran pengamen terkadang sering meresahkan wisatawan yang tengah beristirahat atau duduk di Malioboro.
Mantan bupati Kulonprogo itu pun menampik, kebijakan itu untuk memutus rezeki para pengamen. Justru lebih kepada upaya pemerintah memberi wadah para pengamen. Sekaligus menciptakan Malioboro sebagai kawasan yang lebih tertib dan nyaman.
“Pengamen itu tidak diusir namun diurus. Kami ingin memberdayakan potensi mereka,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, Senin (6/10).
Sebagaimana informasi, penerapan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian akan berlangsung dari pukul 00.00 hingga 24.00. Selama berlaku pedestrian penuh, kendaraan bermotor akan dilarang untuk melintas.
Kecuali transportasi umum Trans Jogja, kendaraan logistik usaha Malioboro, dan kendaraan darurat seperti ambulans.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengaku sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Yakni dengan memasang rambu larangan dan mengalihkan kendaraan ke Jalan Pasar Kembang.
Dia menyatakan, selama Malioboro berlaku full pedestrian sirip-sirip juga akan ditutup. Sementara bagi warga sekitar kawasan Malioboro sudah diberi kartu akses khusus. Sehingga tetap bisa menggunakan kendaraan bermotor menuju tempat tinggalnya.
"Bagi masyarakat atau wisatawan yang ingin main ke Malioboro bisa memilih parkir di tempat lain, menggunakan Trans Jogja atau sepeda," pesan Arif. (inu/laz)
Editor : Herpri Kartun