RADAR JOGJA - Jalan Tol Jogja-Solo telah dibuka fungsional pada segmen Prambanan-Tamanmartani untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik pada periode libur Lebaran 2025. Pembukaan dilakukan sejak 24 Maret hingga 31 Maret 2025 untuk arus mudik, dan dilanjutkan 1 hingga 7 April 2025 untuk arus balik, dengan sistem satu arah.
Jalur fungsional ini sebelumnya juga berperan penting selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Di mana ruas Klaten-Prambanan dilalui lebih dari 113.686 kendaraan.
Dibukanya jalur fungsional ini memberikan dampak signifikan. Tidak hanya mempercepat waktu tempuh dan menambah kenyamanan, tetapi juga mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalan nasional yang biasanya terjadi pada musim mudik dan balik Lebaran.
Kasatlantas Polresta Sleman AKP Mulyanto menyatakan, keberadaan tol fungsional ini sangat membantu kelancaran lalu lintas. Khususnya di sejumlah titik rawan.
Menurutnya, tol fungsional saat libur Lebaran sangat membantu mengurangi beban arus lalu lintas di jalan nasional, khususnya di simpang tiga Prambanan. Baik untuk arus mudik maupun balik. “Tidak ada kendala atau insiden yang tidak kami harapkan,” ujarnya, Sabtu (12/4).
Meski demikian, dia mengakui masih terdapat beberapa kekurangan yang menjadi bahan evaluasi untuk ke depannya. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman masyarakat terhadap penggunaan tol fungsional ini.
“Ke depan agar tol fungsional ini bisa lebih dipahami oleh masyarakat. Sosialisasi akan dimaksimalkan dengan harapan masyarakat dapat mengerti dan memahami penggunaannya sejak sebelum jalur dibuka,” katanya.
Mulyanto menjelaskan, segmen Prambanan-Tamanmartani ini hanya difungsikan sementara selama Lebaran dan tidak digunakan kembali di luar periode itu. Jalur tol fungsional sepanjang kurang lebih 6,7 kilometer ini berakhir di pintu fungsional Tamanmartani yang difungsikan sebagai pintu keluar saat arus mudik dan pintu masuk saat arus balik.
Karena masih bersifat fungsional dan sarana prasarana (sarpras) belum sepenuhnya memadai, termasuk belum adanya penerangan jalan. Maka jam operasional jalur ini dibatasi dari pukul 06.00 hingga 17.00. Jalur fungsional tidak digunakan saat malam hari karena belum adanya penerangan jalan.
Selama masa operasional, sejumlah rekayasa lalu lintas juga diterapkan secara situasional. “Kami sempat membuka jalur yang sebelumnya ditutup untuk menyesuaikan volume lalu lintas. Intinya adalah agar arus tetap lancar,” ucap Mulyanto.
Dia menambahkan, meskipun sempat terjadi perlambatan arus di beberapa titik, hal tersebut wajar mengingat tingginya volume kendaraan pemudik dan wisatawan. Secara umum, kata dia, arus lalu lintas di wilayah tersebut tetap terkendali dan lancar.
“Saya rasa masyarakat pengguna jalan memahami situasi itu. Pada dasarnya arus lalu lintas di wilayah itu pada Lebaran kali ini terkendali dan lancar,” tuturnya.
Pada hari terakhir operasional fungsional, Senin (7/4), tercatat 4.961 kendaraan melintas melalui pintu Tamanmartani. Puncak volume kendaraan terjadi pada pukul 15.00–16.00 dengan jumlah 641 kendaraan per jam. Rata-rata kendaraan melintas per hari kisaran 400 unit per jamnya. (tyo/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita