Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Evaluasi Tol Fungsional Tamanmartani yang Dibuka saat Lebaran, Infrastruktur Jalan Pendukung Belum Siap untuk Tampung Ribuan Kendaraan

Agung Dwi Prakoso • Senin, 14 April 2025 | 14:55 WIB

 

LANJUTKAN PENGERJAAN: Sejumlah kendaraan saat memasuki Tol Fungsional Tamanmartani, Kalasan, Sleman.
LANJUTKAN PENGERJAAN: Sejumlah kendaraan saat memasuki Tol Fungsional Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

RADAR JOGJA - Pelaksanaan masa angkutan Lebaran di DIY tahun ini dinilai perlu dievaluasi, khususnya pascafungsional Tol Tamanmartani-Prambanan. Sebagian besar kendaraan yang masuk maupun keluar DIY mengakses jalur itu, sehingga menimbulkan kepadatan di jalan kampung.

"Kebanyakan kendaraan mengarah ke timur. Maka persoalannya ada di Tol Tamanmartani-Prambanan. Ada penambahan infrasturuktur itu menjadikan jumlah kendaraan naik," ujar Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dishub DIY Sumariyoto, Rabu (9/4).

Menurutnya, fungsional Tol Tamanmartani telah sesuai dengan tujuan awal yakni membantu mengurangi kepadatan lalin di Prambanan. Namun beberapa jalan penghubung menuju tol itu belum sepenuhnya siap untuk menampung ribuan kendaraan.

"Imbasnya di jalan-jalan kampung banyak ditemukan kepadatan kendaraan di jalan non-pemerintah itu. Memang harus ada kesiapan yang lebih matang lagi untuk fungsional," tuturnya.

Diketahui, lebar jalan penyangga Tol Tamanmartani hanya kurang dari tujuh meter dan harus menampung limpahan ribuan kendaraan. Kendaraan itu berasal dari berbagai daerah seperti Jabodetabek hingga Surabaya.

Petugas dari instansi terkait kemudian memberlakukan kebijakan buka-tutup tol. Terlebih saat pergerakan kendaraan mendekati 800 unit per jam. "Kami sering mendapat komplain kendaraan jalan. Masyarakat mengira untuk entry kok jadi exit dan sebaliknya," terangnya.

Kebijakan itu dilakukan secara situasional. Maka dari itu, kecepatan penyampaian informasi juga harus sedini mungkin agar masyarakat tidak kecewa atau kecelik. Secara umum ia menilai Lebaran tahun ini lebih baik. "Karena tidak ada insiden menonjol dan bencana alam juga tidak ada," bebernya.

Terkait permasalahan ruas jalan pendukung tol itu, harapannya hanya terjadi tahun ini karena masih dibuka fungsional. Selanjutnya permasalahan kendaraan yang banyak masuk di jalan kampung, cukup membuat resah warga lokal karena mereka kesulitan keluar area rumah.

"Temen-temen petugas Polres Sleman, mereka yang membantu mengarahkan masyarakat untuk melintasi jalan-jalan itu," jelasnya.

Banyak juga ditemukan pengendara yang bingung setelah diarahkan oleh para petugas. Hal itu umum terjadi karena mereka bukan warga lokal yang belum menguasai peta jalan di DIY.

 Baca Juga: Terima Suap Korporasi, Ketua PN Jaksel Disebut Lakukan Perampokan Keadilan Paling Brutal

"Kadang begitu dialihkan mereka bingung, sehingga banyak berhenti dan menimbulkan kemacetan juga," katanya.

Beberapa perkampungan yang padat kendaraan, di antaranya, di sekitar Tamanmartani dan Selomartani. Ia menyimpukan, infrastruktur jalan pendukung belum siap menampung kendaraan dari exit tol. (oso/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kepadatan Lalin #prambanan #Jalur #kendaraan #Tol Tamanmartani #penyangga #Pelaksanaan #ruas jalan #Masa angkutan Lebaran #dishub diy #DIY #Jalan Kampung #warga lokal #Fungsional