Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Optimalkan Promosi Keunikan Setiap Destinasi Wisata, Strategi Sektor Pariwisata  untuk Pemerataan Kunjungan saat Libur Lebaran

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 28 Maret 2025 | 17:00 WIB
Ilustrasi wisatawan di Stasiun Tugu Jogja. (AGUNG DWI PRAKOSO/Radar Jogja)
Ilustrasi wisatawan di Stasiun Tugu Jogja. (AGUNG DWI PRAKOSO/Radar Jogja)

 

JOGJA - Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY mengupayakan agar kunjungan wisatawan saat libur Lebaran dapat merata ke semua daerah.

Walaupun tidak bisa memaksa wisatawan untuk mengunjungi destinasi tertentu, promosi keunikan objek wisata terus dilakukan.

"Salah satu cara pemerataannya ya melalui optimalisasi promosi keunikan setiap destinasi wisata," ujar Kepala Dinpar DIY Imam Pratanadi saat dikonfirmasi Senin (24/3/2025).

Selain itu, informasi terkait destinasi wisata juga disebarluaskan melalui media sosial ataupun secara langsung lewat Tourism Information Center (TIC).

TIC didirikan di dua lokasi strategis yakni di area Bandara YIA di Kulon Progo dan Malioboro.

"Informasi yang diberikan real time. Misalnya terkait dengan cuaca, kepadatan lalu lintas, itu bisa diakses,” tuturnya.

Ia tidak memungkiri bahwa destinasi favorit yang banyak dikunjungi masih di Malioboro, Kaliurang, Parangtritis, pantai-pntai di Gunungkidul dan Waduk Sermo.

Namun untuk memanfaatkan momentum libur panjang, destinasi baru termasuk desa wisata juga diimbau untuk mempersiapkan.

"Tahun ini lebih memanfaatkan promosi digital dengan skala yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini agar dapat mempromosikan pariwisata secara efisien dan hemat biaya," jelasnya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardiyanto Setyo Adji mengakui sebaran wisatawan libur Lebaran tahun lalu belum merata.

Daerah paling tinggi wisatawan masih di Kota Jogja dan yang terendah Kulon Progo.

"Memang tahun ini sepertinya berbeda dengan tahun sebelumnya. Fokusnya bukan pemerataan, namun meningkatkan daya beli masyarakat," ujarnya.

Daya beli masyarakat yang lemah berpengaruh pada jumlah kunjungan wisatawan ke DIJ. Hal yang dilakukan oleh para pelaku pariwisata saat ini adalah melakukan penyesuaian harga jual.

"Promosi paket menarik, unik dan tawaran deep experience menjadi modal para pelaku udaha di empat kabupaten satu kota. Perbedaan yang saling melengkapi menjadi kunci pemerataan," terangnya. (oso/laz)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Objek Wisata #Dinpar DIY #Strategi Sektor Pariwisata #promosi keunikan #destinasi wisata #libur lebaran #Kunjungan Wisatawan