RADAR JOGJA - Aksi keji dilakukan oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab di wilayah Krembangan, Surabaya.
Tiga remaja di bawah umur menjadi korban ketika mereka bermaksud untuk bangun sahur pada Selasa (12/3) lalu.
Mereka dicekoki kecubung oleh orang tak dikenal, yang mengakibatkan mereka mengalami halusinasi yang mengkhawatirkan.
Dalam sebuah postingan di akun Instagram @kedai.info yang dilansir pada Kamis (14/3), sebuah video berdurasi 9 detik menunjukkan salah satu dari ketiga remaja tersebut kesulitan berjalan karena efek samping dari kecubung yang mereka konsumsi.
Video tersebut juga memperlihatkan beberapa warga yang berkumpul di sekitar lokasi kejadian, menunjukkan kekhawatiran dan keprihatinan terhadap kasus tersebut.
Pihak berwenang langsung bertindak cepat menyikapi kejadian ini setelah mendapat laporan dari beberapa teman korban yang tidak terpengaruh oleh kecubung.
Menurut informasi yang dihimpun, kecubung memiliki efek halusinasi dan euforia jika dikonsumsi, karena termasuk dalam golongan tanaman opsioid, mirip dengan ganja.
"Buah kecubung memiliki potensi untuk menyebabkan halusinasi dan efek euforia yang serupa dengan ganja. Ini merupakan bahaya serius jika dikonsumsi tanpa pengetahuan yang memadai," tulis pada caption unggahan tersebut.
Seseorang yang mengalami efek samping kecubung dapat mengalami hilangnya kesadaran selama berhari-hari akibat kekuatan substansi tersebut.
Bahkan, jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, buah kecubung dapat berakibat fatal, mulai dari keracunan hingga kematian.
Masyarakat sekitar pun mengecam perbuatan tidak bertanggung jawab tersebut. "Ini perbuatan yang sangat jahat. Mengapa seseorang bisa melakukan hal semacam ini?" tulis salah seorang netizen di kolom komentar.
Kejadian serupa juga pernah dialami oleh seorang pengguna media sosial yang menceritakan pengalaman temannya yang mabuk kecubung.
"Temen saya mabuk kecubung sampai naik ke atas lemari, dia mengira ada buaya di kasur. Padahal, kakaknya sedang tidur di kasur tersebut," ujar salah satu komentar di postingan tersebut.
Pihak berwenang kini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini, dengan harapan dapat menemukan pelaku dan mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang.
Semua pihak diimbau untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kesadaran akan bahaya penggunaan tanaman obat-obatan yang tidak terkontrol.
Editor : Bahana.