Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meriah Konser Orkestra Warnai HPKN 2024 di Jakarta, HB X: Dengan Keindahan Simfoni, Seni Musik Sebagi Perekat dan Pemersatu Bangsa

Winda Atika Ira Puspita • Minggu, 3 Maret 2024 | 15:14 WIB
PERFORM: Penampilan Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) di Concert Hall Aula Simfonia Jakarta, Jumat malam (1/3).
PERFORM: Penampilan Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) di Concert Hall Aula Simfonia Jakarta, Jumat malam (1/3).

JOGJA - Tepuk tangan menggema memenuhi Concert Hall Aula Simfonia Jakarta, Jumat malam (1/3) setelah Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) mengakhiri repertoar Sepasang Mata Bola sebagai penutup konser.

Kelompok orkestra di bawah naungan Kawedanan Kridhamardawa Keraton Yogyakarta tersebut baru saja memungkasi kebersamaan selama 1,5 jam dalam Konser Hari Penegakan Kedaulatan Negara (HPKN).

Konser yang diadakan selama dua hari ini digelar untuk merayakan Hari Penegakan Kedaulatan Negara secara lebih luas.

Makna kedaulatan negara tersebut direfleksikan dalam alunan nada yang indah sebagai penggugah semangat persatuan. 

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan peringatan HPKN 2024 agar menjadi suluh penerang dan inspirasi dalam mencintai tanah air Indonesia.

HPKN harus pula ditafsirkan secara rasional melalui berbagai karya nyata, karena dimensi rasionalitas lebih tepat menyikapi berbagai dinamika.

Dengan kata lain, kecintaan warga negara akan terbangun secara nyata, apabila tataran kemanusiaan yang adil dan beradab dapat dicapai, melalui pembangunan yang adil dan beradab pula.

"Sehingga tepat kiranya apabila makna kedaulatan, benar-benar ditransformasi dan diaktualisasi, dalam berbagai upaya membangun kesejahteraan masyarakat," katanya Jumat malam (2/3).

HB X menjelaskan pagelaran musik YRO  mengajak untuk merenungi makna kedaulatan dan perjuangan bangsa, melalui alunan musik yang menyentuh jiwa.

"Dengan keindahan simfoninya, seni musik dapat berfungsi sebagai perekat atau pemersatu bangsa," ujarnya.

Raja Keraton Jogjakarta itu mencontohkan ketika Symphony No 9 karya Ludwig van Beethoven dibawakan di depan ribuan orang pada peringatan 10 tahun runtuhnya Tembok Berlin, Jerman.

Momen itu telah membuka jalan bagi reunifikasi Jerman. Pesan dari karya monumental itu telah menjangkau melampaui Jerman.

"Saya berharap setiap lagu yang kita nikmati dapat menggugah kita untuk membangkitkan semangat persatuan. Serta memicu kita untuk memahami makna HPKN sebagai motivasi untuk terus mengembangkan dan memajukan negara kita Indonesia tercinta,” jelasnya.

Adapun, konser tersebut melibatkan puluhan musisi orkestra dan solois. Selain itu, solois vokal Daniel Christianto dan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Indonesia Paragita juga mewarnai repertoar dalam konser ini.

Konduktor RW Widyogunomardowo mengatakan, mereka membawakan lagu-lagu bernapaskan perjuangan seperti Himne Serangan Umum 1 Maret 1949, Tekad, Sepasang Mata Bola, hingga Indonesia Pusaka.

Ada juga lagu-lagu tradisional daerah yang disajikan seperti Lir-Ilir, Jenang Gula, Lelo Ledung, hingga Padhang Bulan.

Perpaduan musik yang indah mengalun dan paduan suara yang memukau membuat konser terasa megah dan memukau para penonton.

"Konser YRO untuk pertama kalinya di Jakarta ini dalam rangka memperingati HPKN. Jadi repertoar yang dihadirkan tematik, kali ini berupa lagu perjuangan dan lagu daerah. Yang jelas ini merupakan sajian orkestra lengkap plus dengan paduan suara," katanya.

Salah satu yang menyita perhatian adalah ketika lagu Indonesia Pusaka dimainkan dan menampilkan solo cello Raden Dwityatama Darmasakti.

Suasana hening, penonton terlihat fokus menikmati gesekan cello dan jerit suara yang dihasilkan.

Indonesia Pusaka pun hadir dalam format yang berbeda dan lebih kaya makna dalam konser ini.

Apresiasi dan sambutan positif terhadap pelaksanaan konser tersebut pun disampaikan seorang konten kreator media sosial Rania Maheswari Yamin.

Rania mengaku meski sering menyaksikan orkestra, tetapi konser kali ini sangat spesial karena digelar Keraton Jogjakarta di Jakarta.

"Meskipun banyak lagu-lagu yang saya tidak tahu jadi sering tanya ke mama. Dengan begitu saya bisa mengenal lagu-lagu legendaris. Apalagi saya paling suka sama lagu Sepasang Mata Bola, itu keren sekali," ungkapnya.

Baca Juga: Jalan-Jalan Menikmati Wisata Budaya dan Wisata Alam di Kalurahan Kebonharjo Samigaluh

Senada, penonton konser yang merupakan artis Happy Salma menyebut sangat tertarik menyaksikan konser YRO di Jakarta.

Terlebih konser orkestra yang ditampilkan dipadukan dengan musik tradisional dan musisinya menggunakan kostum yang sangat istimewa dan sangat jelas identitas keindonesiaan.

"Sangat bagus dan saya sangat menikmati sampai tidak terasa 1,5 jam berlalu. Lagu favorit saya tetap Sepasang Mata Bola yang paling pas menggambarkan keindahan dan keistimewaan Jogjakarta serta cocok untuk memperingati HPKN" tambahnya.

Konser HPKN hari pertama dihadiri oleh tamu undangan dari kalangan pejabat kementerian, duta besar di Indonesia, dan lain-lain.

Pun konser itu juga disaksikan pada Sabtu (2/3) oleh masyarakat umum lewat pembelian tiket.

Selain itu, masyarakat juga dapat melihat pameran tematik Jayapatra yang berada di area pintu masuk Aula Sinfonia Jakarta yang juga tak kalah menarik. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#Yogyakarta #jakarta