RADAR JOGJA – Acara Festival Durian 2024 diadakan di alun-alun Kajen, Pekalongan, Jawa Timur pada hari Minggu terpaksa dihentikan karena berakhir ricuh.
Festival yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan itu terpaksa dihentikan karena suasana yang sudah tidak bisa kondusif.
Bahkan, sambutan dari Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq pun urung dilakukan karena keributan tersebut.
Dilansir metropekalongan.com, kericurahan itu bermula ketika para pengunjung mulai berdesakkan saat 19 gunungan durian dan hasil bumi yang menjadi ikon festival tersebut dibawa ke tengah acara.
Diketahui ada 19 gunungan tersebut berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan.
Ribuan pengunjung yang datang pun mulai memadati acara festival dan merangsek mendekati gunungan yang sudah dikeluarkan.
Lalu tak berselang lama, kericuhan pun terjadi saat sejumlah pengunjung mulai mengambil durian dari gunungan tersebut.
Hal itu kemudian memicu pengunjung lain untuk ikut mengambil gunungan durian.
Panitia dan pihak pengamanan yang melihat hal tersebut pun tak bisa menghalau kerusuhan para pengunjung.
Padahal dua gunungan yang sudah dikeluarkan panitia itu telah diberi pagar pembatas.
Namun sayang, banyak pengunjung nekat yang naik dan melompati pagar tersebut agar bisa masuk dan mengambil durian di gunungan.
Sementara, akibat dari kerusuhan itu banyak pengunjung yang mengaku kehilangan barang mereka.
Bahkan ada beberapa pengunjung yang terluka hingga pingsan dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Panitia Festival Durian Kajen, Pekalongan, Abdul Baqi mengaku situasi tersebut berada diluar prediksi mereka.
Ia mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mengantisipasi kejadian serupa dengan menyiapkan petugas keamanan dari kepolisian, TNI, dan Satpol-PP.
Namun sayang, situasi massa yang sangat ricuh tersebut tak bisa dikendalikan oleh panitia dan pihak keamanan.
“Acara ini sudah melalui rapat dan tahapan-tahapan dengan berbagai pihak. Prediksi kami sekitar 10 ribu orang yang datang, tapi tadi lebih. Yang datang ini tidak hanya warga Kabupaten Pekalongan, tapi juga dari Batang, Kota Pekalongan, bahkan mungkin Pemalang,” ucapnya, dilansir dari JawaPos.com.
Lebih lanjut, Abdul Haqi juga mengatakan, akan melakukan evaluasi lagi kedepannya dan akan bertanggung jawab pada sejumlah korban.
“Akan kami evaluasi kedepannya. Untuk yang luka, nanti Pemerintah akan tanggung, tapi kalau yang kehilangan barang tidak,” tuturnya. (Rattiantic/Radar Jogja)
Baca Juga: Ini Info Buat Warga Sleman, CFD Kembali Dilaksanakan Tahun Ini, Berikut Jadwalnya!
Editor : Meitika Candra Lantiva