RADAR JOGJA - Meskipun warna ini mungkin dianggap populer dan terkadang dianggap klise, sebagian besar bus sekolah di seluruh dunia masih mempertahankan warna kuning khasnya
Namun, dibalik pilihan tersebut terdapat pertimbangan yang sangat penting dari segi keselamatan dan psikologi anak.
Warna kuning pada bus sekolah tidak dipilih sembarangan.
Filosofi di balik warna ini terkait dengan kemampuan kuning dalam menarik perhatian dengan cepat dan efektif.
Warna kuning cerahnya sangat kontras dengan permukaan jalan dan sekitarnya, sehingga memudahkan pengemudi kendaraan lain dan pejalan kaki untuk melihat bus sekolah tersebut.
Kuning memiliki panjang gelombang lebih panjang dari biru dan lebih pendek dari merah.
Meskipun warna merah paling menarik perhatian, warna ini dianggap sebagai warna yang menandakan bahaya.
Selain itu bus warna kuning juga tetap terlihat meski hujan, kabut, atau embun. Bahkan orang dengan mata minus pun bisa melihat warna kuning dengan jelas.
Inilah sebabnya bus sekolah dicat kuning untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Kuning dinilai cukup terang. Selain itu, warna kuning memiliki visibilitas yang sangat baik mulai dari pagi hari saat masih cukup gelap hingga sore hari saat matahari mulai terbenam.
Sejarah Singkat Bus Sekolah Kuning Dimulai pada tahun 1939, Frank W. Cyr menemukan bahwa keadaan bus sekolah di Amerika Serikat sangat memprihatinkan.
Ia kemudian mengadakan konferensi bagi pejabat sekolah dan pakar transportasi untuk menetapkan standar bus sekolah, termasuk penetapan warna kuning.
Di Indonesia, Kementerian Perhubungan telah menetapkan standardisasi bus sekolah melalui pedoman teknis penyelenggaraan angkutan umum sekolah.
Bus harus memiliki warna latar belakang kuning dan tulisan "Bus Sekolah".
Editor : Bahana.