Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kena Mental, Banyak Tentara Israel Tidak Siap Kembali Bertugas

Bahana. • Rabu, 25 Oktober 2023 | 21:43 WIB
sumber : Indonesiainside.id
sumber : Indonesiainside.id

RADAR JOGJA - Surat kabar Israel “Haaretz” mengungkapkan, ratusan tentara zionis Israel menderita krisis psikologis setelah operasi Taufan Al-Aqsa.

Koran tersebut mengaku punya banyak dokumen tentang tentara yang meminta dukungan psikologis setelah terkena trauma parah.

“Mereka mulai menderita gangguan stres pasca-trauma, yang diwakili oleh tangisan, mimpi buruk, dan depresi,” tulis Haaretz, dikutip dari Al Jazeera, Senin (23/10).

Menurut surat kabar tersebut, sejumlah ahli yang menangani trauma telah memperingatkan pihak militer Israel.

Ahli mengungkapkan, banyak tentara tidak siap untuk kembali bertugas, karena tidak adanya langkah-langkah efektif untuk memberikan mereka dukungan emosional.

Selama kunjungan perdana mentri Israel Netanyahu ke pangkalan militer, seorang tentara berteriak “tiga teman saya terbunuh karena kalian”

“Militer Israel tidak mengambil langkah efektif untuk mencegah trauma, dan hanya menunggu tentara untuk meminta bantuan,” ucapnya.

Namun, pihak militer Isarael menolak kritikan tersebut dan mengklaim telah mengerahkan ratusan petugas kesehatan mental.

Seperti Kesaksian putra mantan tentara Israel usai bertugas di Jalur Gaza, ayah trauma berat hinga sering mencoba untuk bunuh diri.

Israel di ketahui menerapkan wajib militer terhadap setiap warga Negara nya. Prajurit pun di tugaskan untuk menjaga perbatasan hingga berperang di Jalur Gaza.

Tak terkira,rupanya hal tersebut justru mendatangka penderitaan bagi para prajurit. Tak sedikit yang di laporkan mengalami stress hingga trauma berat. Salah satu nya yakni di ungkap oleh seorang putra mantan prajurit Israel.

Suasana siding darurat di Knesset Israel pada 8/08 kemaren memanas. Hal itu terjadi selepas sejumlah saksi di hadirkan di lokasi.

Salah satunya yakni kehadiran Dani Eyalon yang bercerita soal kesehatan mental sang ayah usai di tugaskan wajib militer di jalur Gaza.

Sang ayah di ungkapkan kembali dengan kejiwaan yang begitu terguncang.

“saya Dani Eyalon, putra dari Ronen Eyalon,” ungkapnya. Demikian di kutip dari vidio instagram littleprojeck.idn. “ ayahku telah terbaring stress selama sebulan dalam kondisi berbahaya, knapa?” sambungnya.

Di hadapan kementrian pertahanan Israel, Dani mengungkapkan jika sang ayah setidaknya pernah mencoba untuk bunuh diri.

Bukan sekali atau dua kali, sang ayah di ungkapnya pernah mencobanya setidaknya 10 kali. Sontak hal tersebut membuatnya menjadi waspada. Setiap saat dia rela untuk menjaga sang ayah.

“dia berusaha bunuh diri setidak nya sudah 10 kali, dan saya selalu hadir di sepanjang waktu. Saya melihat sendiri dan tidak bisa tidur sepanjang malam”, ceritanya.

Di penuhi emosi, pemuda tersebut lantas kembali bercerita, Dani begitu geram dengan pemerintahan setempat lantaran sang ayah di ungkap tak mendapat perawatan secara maksimal.

Dani mengungkapkan jika dia memiliki bukti rekaman sang ayah yang mencoba gantung diri di tempat umum.

“kalian mau bukti? Saya ada rekaman vidionya. Dia mencoba gantung diri di depan kantor Rehabilitas Prajurit agar kalian tahu dia memiliki trauma perang” ungkapnya. “ mengapa saya harus melihat penderitaan itu? Mengapa mereka tidak menerima perawatan?” sambungnya di persidangan. Sontak suasana persidangan jadi panas.

Banyak nya tentara dan korban yang tewas selama konflik Israel dan gaza ini membuat trauma tersediri bagi tentara Israel. Para tentara itu tak berkeluarga di Israel atau sama sekali tak mendapat dukungan oleh keluarga untuk bertugas.  (Hasnul Fauzi)

 

Editor : Bahana.
#Israel #Palestina