JOGJA - Sebanyak 43 angkringan turut serta pada gelaran Festival Angkringan Jogjakarta di Pasar Ngasem, Jumat (6/10).
Gelaran ini diinisiasi oleh Dinas Perdagangan Kota Jogja. Festival Angkringan Jogjakarta juga merupakan salah rangkaian acara HUT ke-267 Kota Jogja.
Seluruh gerobak angkringan tampak tak ada yang sepi. Para pedagang terus sibuk melayani pembeli. Rata-rata, pedagang membawa menu khas angkringan.
Ada nasi kucing, berbagai macam sate, baceman, dan makanan ringan. Ada berbagai jenis wedang.
Salah satu pedagang angkringan yang turut serta memeriahkan Festival Angkringan Jogjakarta adalah Suharyanto. Dia bersama istrinya mulai bersiap sejak pagi hari.
Bahkan, gerobak angkringan dia dorong langsung dari tempat tinggalnya di Kampung Kauman.
"Untuk menu semuanya masak sendiri. Kalau yang paling banyak dicari itu wedang jahe dan baceman," katanya saat ditemui di Pasar Ngasem, Jumat (6/10).
Dia mengaku sangat terbantu dengan adanya gelaran ini. Sehari-hari dia berjualan angkringan di sekitaran Kampung Kauman.
Sejak pandemi Covid-19 lalu, omzet penjualannya menurun. Dalam sehari hanya terkumpul Rp 50 ribu, paling ramai Rp 70 ribu.
Ini sangat menurun jika dibandingkan pendapatan Suharyanto sebelum pandemi yang bisa mencapai Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu sehari.
"Ini juga jadi ajang promosi, ada pelanggan tahu masakan kita enak, besok-besok bisa datang lagi," ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardani menyebut gelaran Festival Angkringan Jogjakarta ini baru pertama kali dilaksanakan.
Menurutnya, angkringan tak lagi hanya sekedar menjadi referensi kuliner yang berkaitan dengan budaya. Namun, angkringan juga berkaitan dengan sosial.
"Di angkringan kita bisa makan yang murah dan pastinya bisa ngomongin apapun dan saya berharap angkringan akan menjadi branding Kota Jogja," ujar Ambar. (isa)
Editor : Amin Surachmad