Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Heboh Virus Nipah di India, Berikut Faktanya

Meitika Candra Lantiva • Senin, 18 September 2023 | 18:52 WIB
BERGELANTUNGAN: Kelelawar pemakan buah. Di India, sedang heboh virus Nipah salah satunya disebarkan oleh kelelawar yang terinfeksi virus mematikan ini. (MEITIKA CL/RADAR JOGJA)
BERGELANTUNGAN: Kelelawar pemakan buah. Di India, sedang heboh virus Nipah salah satunya disebarkan oleh kelelawar yang terinfeksi virus mematikan ini. (MEITIKA CL/RADAR JOGJA)

 

RADAR JOGJA - Negara India saat ini dihebohkan dengan virus Nipah.

Negara dengan julukan Anak Benua ini diketahui tengah berjuang melawan virus yang telah memakan dua nyawa manusia dan enam kasus terkonfirmasi.

Dilansir dari bmj.com hasil tes yang dilakukan oleh Institut Virologi Nasional di Pune memastikan bahwa dua orang yang meninggal itu pria 49 tahun di Kerala dan pria 40 tahun warga India di bagian lain.

Masing-masing meninggal pada 30 Agustus 2023 dan 11 September 2023, setelah ditemukan keduanya terinfeksi virus mematikan ini.

Lantas pihak berwenang di India berupaya keras membendung wabah Nipah. Sebab, virus ini menyebar dari hewan ke manusia.

Dampaknya dapat menyebabkan demam yang mematikan dan resiko kematian tinggi.

Merepon hal itu India bagian Kerala mulai menutup sekolah, kantor dan trasportasi umum di distrik Kozhikode. Penutupan itu dilakukan pada Rabu (13/9/2023).

Melansir dari Reuters, virus Nipah menyerang di negara bagian India sejak 2018 dan hingga kini belum ditemukan vaksinya.

Wabah ini jarang terjadi. Namun diketahui, virus Nipah telah terdaftar di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagaimana dengan Ebola, Zika, dan Covid-19.

Virus Nipah sebagai salah satu penyakit yang patut mendapatkan prioritas karena potensinya menyebabkan endemi global.

Lalu seperti apakah virus Nipah ini? Berikut Fakta-faktanya:

Virus Nipah (NiV)

Merupakan penyakit emerging zoonotik disebabkan oleh virus bernama Nipah yang masuk ke dalam Henipavirus dan famili Paramyxoviridae.

Penyakit ini ditularkan dari hewan ke manusia melalui makanan yang terkontaminasi langsung antar manusia.

Wabah Nipah pertama kali tercatat pada 1998 di Malaysia, setelah virus menyebar di kalangan peternak babi. Bahkan nama virus ini diambil dari desa tempat virus itu ditemukan, yaitu Desa Nipah Malaysia.

Meski virus Nipah wabahnya terbilang sedikit di Asia, namun telah menginfeksi banyak hewan dan menyebabkan penyakit parah serta kematian pada manusia dan menjadi masalah kesehatan masyatrakat.

Pada 2001, penyakit ini muncul di Bangladesh, India. Dan hampir saban tahun terjadi dinegara tersebut. Penyakit ini juga telah diidentifikasi secara berkala di India bagian timur.

Kemungkinan resiko tertular juga terjadi di sejumlah negara. Didukung bukti virus ditemukan di reservoir alami, spesies kelelawar Pteropus seperti di Kamboja, Ghana, Indonesia, Madagaskar, Filipina dan Thailand.


Penyebaran virus Nipah

Virus ini menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh kelelawar, babi atau bahkan manusia yang terinfeksi. NiV membunuh hingga 75 persen dari mereka yang terinfeksi.

Berdasarkan jurnal yang dirilis oleh PubMed Centrak pada 2021, virus Nipah memiliki potensi menjadi Pandemi setelah Covid-19.

Gejala Virus Nipah

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI, jika seseorang terkena virus Nipah maka gejala yang dialami beragam. Mulai dari tanpa gejala, mebalami infeksi saluran pernapasan akut hingga peradangan otak fatal.

Tak hanya itu, seseorang yang terinfeksi juga bisa merasakan sakit kepala, muntah, nyeri otot, nyeri tenggorokan dan demam.

gejala virus Nipah juga diikuti pusing-pusing, mudah mengantuk, penurunan kesadaran dan tanda-tanda neurologois lainnya yang menunjukkan radang otak akut.

Pencegahan Virus Nipah

Hingga sat ini belum ditemukan penawar virus yanag kini sedang menjadi perhatian di India dan negara lainnya. World Health Organization (WHO) belum mengumumkan adanya vaksin untuk virus Nipah.

Oleh sebab itu salah satu pencegahannya yaitu dengan meningkatkan edukasi masyarakat untuk meminimalisir resiko penularan. Baik resiko penularan dari kelelawar ke manusia, resiko penularan dari hewan ke manusia dan resiko penularan dari manusia ke manusia.

Bila menemukan tanda-tanda bekas gigitan kelelawar pada b uah sebgaiknya dibuang, tidak dikonsumsi.

Sebagaimana pencegahan persebaran Covid-19, WHO menyarankan agar rajin mencuci tangan dan mengenakan sarung tangan jika kontak dengan hewan sakit, pada saat penyembelihan hewan dan pemusnahan hewan. (mel)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#world health organization (who) #virus nipah mematikan #virus nipah akan jadi pendemi #virus nipah #Virus Nipah India #gejala virus nipah #india