Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pangeran Diponegoro Tak Setuju Pemerintahan Keraton Jogja Dipegang Patih Danurejo Bersama Hindia Belanda

Amin Surachmad • Minggu, 16 Juli 2023 | 20:36 WIB

PERANG JAWA: Pangeran Diponegoro. (Dok Istimewa)
PERANG JAWA: Pangeran Diponegoro. (Dok Istimewa)

RADAR JOGJA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ingin memindahkan makam Pangeran Diponegoro di Makassar, Sulawesi Selatan, ke Jogja. Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Jogja Hamengku Buwono X berpendapat makam Pangeran Dipenegoro tidak perlu dilakukan.

Pangeran Diponegoro merupakan pahlawan nasional. Dia adalah figur yang mengobarkan perang melawan pasukan penjajah Hindia Belanda.

Petang itu dikenal sebagai Perang Jawa. Berlangsung sekitar lima tahun. Yakni, tahun 1825 sampai 1830.


Ada hal khusus yang melatari Diponegoro memutuskan berperang menghadapi penjajah Hindia Belanda. Salah satunya yakni tidak sepakat dengan keterlibatan penjajah Hindia Belanda di dalam Keraton Jogjakarta.

Baca Juga: Prabowo Ingin Makam Pangeran Diponegoro Dipindah ke Jogja, Raja Keraton Jogja: Nggak Usah

Diponegoro merupakan putra Sri Sultan Hamengku Buwono III. Lahir di Jogjakarta pada 11 November 1785.


Nama kecilnya yakni Ngabdul Kamid. Selain itu, juga memiliki nama lain yakni Bendara Raden Mas Antawirya.

Saat itu, Keraton Jogja dipimpin Sri Sultan HB V pada 1822. Diponegoro tidak menyetujui jika sistem pemerintahan dipegang oleh Patih Danurejo bersama Hindia Belanda. Sebab, saat itu HB V baru berusia sekitar tiga tahun.

Diponegoro kukuh melawan Hindia Belanda. Puncaknya terjadi pada1825.

Baca Juga: Larangan Pakai Kasur Kapuk hingga Petilasan Diponegoro

Hindia Belanda membangun jalan. Jalan itu menghubungkan Jogjakarta yang menghubungkan dengan Magelang di Jawa Tengah.

Jalan itu melalui halaman kediaman Diponegoro di Tegalrejo, Jogjakarta. Diponegoro melawan.

Penjajah Belanda berussha menangkap Diponegoro. Belanda menilai Diponegoro memberontak.

Penjajah Belanda mengepung kediaman Diponegoro. Itu terjadi 20 Juli 1825.

Diponegoro lari ke arah barat. Bersama keluarga dan pasukannya menyelamatkan diri hingga Desa Dekso di Kabupaten Kulon Progo. Mereka lantas meneruskan perjalanan ke arah selatan. Mereka sampai Goa Selarong di Kabupaten Bantul.

Diponegoro menyusun strategi. Terus berupaya menghadapi penjajah Hindia Belanda yang dipimpin Gubernur Jenderal Hendrik Merkus De Kock.

Berdasarkan berbagai sumber, Perang Jawa merupakan perang paling besar di Indonesia. Perang ini memicu ribuan orang meninggal dunia. Termasuk, sekitar delapan ribu pasukan Hindia Belanda.

Tak hanya itu. Perang Jawa ini disebutkan Bahkan, perang ini disebutkan mengakibatkan kerugian material di pihak Hindia Belanda hingga sekitar 25 juta Gulden.

Sekitar lima tahun berperang, Diponegoro sepakat berunding dengan Jenderal De Kock. Perundingan diadakan di Magelang.

Diponegoro ditangkap. Lalu, diasingkan ke Makassar.

Diponegoro wafat di Benteng Rotterdam Makassar. Tepatnya, 8 Januari 1855. Usianya 69 tahun.

Hingga pada akhirnya, Pangeran Harya Dipanegara menyerahkan diri dan diasingkan ke Makasar hingga wafat di Benteng Rotterdam tanggal 8 Januari 1855 pada usia 69 tahun. 

Editor : Amin Surachmad
#perang jawa #De Kock #Pangeran Dipenegoro #prabowo