RADAR JOGJA - Tim Studi dan Proyek Independen Multikulturalisme Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan kegiatan Pameran Foto dengan tema Cerita dari Solo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) proyek studi independen yang berbasis riset visual dan kerja kreatif para mahasiswa FISIP di Surakarta.
Wakil Tim Studi Independent Gabriel Haris Putra Pratama mengatakan, pameran foto tersebut mengajak kita untuk melihat potret geliat dinamika sosial, budaya, kekuasaan, dan hidup sehari-hari masyarakat. Diharapkan dengan potret itu, masyarakat dapat melihat perubahan yang terlupakan, tetapi menjadi sesuatu yang penting untuk direfleksikan.
"Intinya masyarakat diajak untuk menelusuri jejak-jejak perubahan dan meniti keberlanjutan sebuah kota," ujarnya di Bentara Budaya Jogjakarta, Kamis (13/7/23).
Sementara Budayawan Romo Sindhunata mengatakan, pameran ini adalah karya kreatif yang sungguh sangat luar biasa. Ia pun mengapresiasi UAJY bahwa mereka mau memperhatikan budaya.
Menurutnya, budaya ini adalah dasar dari semuanya. Dan terlebih untuk anak-anak muda, ia hampir tidak bisa membayangkan. Sebab para anak muda ini masih dekat dengan kebudayaan.
"Sungguh keteransingan yang sangat luar biasa yang saya alami. Kita dibuat terasing terhadap budaya oleh teknologi, oleh kemajuan bahkan dengan agama," jelasnya.
Menurut Romo Sindhunata, sekarang dengan masuknya teknologi yang begitu cangih. Di sana, Sindhunata tidak bisa membayangkan lagi bagaimana nasib budaya. "Karena hal itu saya mengucap bangga ke teman-teman mudah ini bahwa mereka mau mengangkat tema budaya ini ke fotografinya," ucapnya.
Sementara GM Bentara Budaya & Communication Management, Corporate Communication, Kompas Gramedia Ilham Khoiri menyebut pameran ini sangat menarik. Sebab mengamati foto-foto dalam pameran ini, terutama karena mampu mengangkat wujud keberagaman budaya (multikulturalisme) yang berdenyut nyata dalam kehdiupan masyarakat. "Meski foto-foto itu diambil di Solo, sesungguhnya semangat akulturasi yang tertangkap dari pameran itu juga merupakan gambaran umum bangsa Indonesia," katanya. (ayu/bah)