Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

53 Kasus Bunuh Diri di DIJY Gunungkidul Tertinggi dengan 30 Kasus

C
Penulis: Cintia Yuliani❯
Asisten Deputi Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenko PMK Linda Restaningrum. Cintia Yuliani/Radar Jogja
Asisten Deputi Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenko PMK Linda Restaningrum. Cintia Yuliani/Radar Jogja

Advertisement

JOGJA – Sebanyak 53 kasus bunuh diri (bundir) tercatat di DIJ hingga Oktober 2026. Kabupaten Gunungkidul mendominasi dengan 30 kasus, ini menjadi perhatian dalam upaya penguatan layanan kesehatan jiwa.

Asisten Deputi Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenko PMK Linda Restaningrum mengatakan, persoalan kesehatan jiwa masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk DIJ.

“Ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai kondisi yang ada di DIJ, khususnya Gunungkidul, disusul daerah-daerah lain,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jumat (30/10/2026). 

Advertisement

Linda menjelaskan, penguatan integrasi layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat menjadi salah satu langkah penting. Sebab, jika hanya mengandalkan institusi kesehatan dan pengobatan di rumah sakit jiwa, jangkauan pelayanan akan terbatas.

Karena itu, masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai kesehatan jiwa agar mampu memberikan pertolongan awal kepada orang yang mengalami gangguan psikologis. Upaya tersebut di antaranya melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada luka psikologis.

Advertisement

Linda menyebut, persoalan kesehatan jiwa tidak hanya dipicu faktor ekonomi. Masalah sosial, kesehatan, ketahanan keluarga, hingga kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang. Intervensi yang dilakukan tidak hanya dari sektor kesehatan atau layanan kesehatan saja. Perlu juga intervensi dari sektor lain.

"Seperti ekonomi, sosial, ketahanan keluarga, lingkungan, bahkan ketahanan terhadap bencana,” ujarnya.

Sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut secara menyeluruh, Kemenko PMK telah meluncurkan Program Pembangunan Kesejahteraan Holistik (PKH) di Gunungkidul. Program ini mengintegrasikan berbagai sektor untuk memperbaiki akar persoalan yang dapat memicu gangguan kesehatan jiwa.

Melalui program tersebut, sejumlah intervensi diarahkan ke Gunungkidul, mulai pemberdayaan ekonomi, pemuda, hingga bantuan sosial. Kemenko PMK berperan mengoordinasikan program kementerian dan lembaga sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Peningkatan literasi kesehatan jiwa juga dilakukan kepada berbagai lapisan masyarakat, mulai guru, kader, hingga tenaga kesehatan dan organisasi perangkat daerah (OPD). Dengan pemahaman yang sama, masyarakat diharapkan mampu mengenali tanda awal gangguan kesehatan jiwa dan mengetahui langkah yang perlu dilakukan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Upaya Tekan Kasus Bunuh Diri di Gunungkidul Jadi Percontohan Nasional

Upaya Tekan Kasus Bunuh Diri di Gunungkidul Jadi Percontohan Nasional

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat peluncuran Program Pembangunan Kesejahteraan Holistik (PPKH) di Taman Budaya Gunungkidul, Playen, Rabu (28/10). (dok. Pemkab Gunungkidul)

Istri Tewas Dicekik, Suami di Manggarai Timur Diduga Rekayasa Kematian Jadi Bunuh Diri

Istri Tewas Dicekik, Suami di Manggarai Timur Diduga Rekayasa Kematian Jadi Bunuh Diri

Kematian seorang perempuan di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang awalnya diduga sebagai bunuh diri justru mengungkap dugaan pembunuhan. Polisi menemukan sejumlah kejanggalan di lokasi kejadian.

Groningen 2-3 Fortuna Sittard, Gol Bunuh Diri Justin Hubner Warnai Kemenangan Fortunezen

Groningen 2-3 Fortuna Sittard, Gol Bunuh Diri Justin Hubner Warnai Kemenangan Fortunezen

Fortuna Sittard sukses raih kemenangan kedua di Eredivisie saat menghadapi Groningen pada pekan keempat dengan skor 2-3 di Euroborg, Sabtu (29/8) dini hari WIB.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer