JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel memilih menghabiskan masa libur kompetisi BRI Super League 2025/2026 di periode Lebaran ini dengan berlibur ke Hanoi, Vietnam. Keputusan tersebut diambil setelah PSIM memberikan waktu istirahat kepada para pemain selama enam hari jelang perayaan Idul Fitri 2026. Libur sendiri dimulai sejak 17 hingga 22 Maret mendatang.
"Saya pergi ke Hanoi, Vietnam bersama dengan keluarga saya. Itu pilihan yang cukup menarik untuk saya," katanya Rabu (18/3).
Pelatih asal Belanda itu menyebut, momen jeda kompetisi ini menjadi waktu penting untuk recharge. Baik bagi pemain maupun staf pelatih setelah menjalani jadwal pertandingan yang cukup intens selama bulan Ramadan.
Namun demikian, ia menyadari bahwa libur yang dimiliki memang tidak terlalu panjang. Sehingga, melakukan perjalanan singkat dengan jarak yang tidak terlalu jauh jadi pilihan idealnya saat ini.
"Waktunya tidak memungkinkan jika saya harus pulang ke Belanda, lebih baik saya mengekplorasi kawasan Asia yang jaraknya cukup dekat," ulasnya.
Diakuinya, sebagai orang Eropa, Van Gastel mengaku cukup tertarik dengan berbagai budaya hingga kuliner dari Asia. Beberapa negara pun sudah pernah ia singgahi secara repetitif.
"Saya sudah beberapa kali ke Malaysia, Singapura, Thailand. Sebelumnya saya juga bekerja dan melatih di China, ini pengalaman yang menyenangkan," bebernya.
Lebih lanjut, meski mengambil waktu libur, Van Gastel tetap menaruh perhatian pada kondisi fisik para pemainnya. Ia menekankan pentingnya menjaga kebugaran selama masa libur Lebaran, terutama dalam hal pola makan.
Van Gastel menegaskan, dirinya memang tidak memberikan aturan ketat selama libur, namun siap mengambil tindakan jika kondisi pemain tidak sesuai ekspektasi saat kembali ke latihan.
"Biarkan pemain pulang untuk bersantai dan bertemu keluarganya. Tapi kalau mereka kembali tidak sesuai dengan keinginan saya, maka saya akan mengambil tindakan tegas," ujarnya. (iza)