BANTUL - Laga pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 antara PSIM Jogja dan Bali United berlangsung dramatis. Bertanding di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Senin (23/2) malam, kedua tim harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 3-3.
Sejak babak pertama dimulai, kedua tim tampil terbuka dan langsung mencari gol cepat. Bali United lebih dulu membuka keunggulan pada menit 33 melalui Thijmen Goppel. Tendangan keras kaki kirinya tak mampu ditepis kiper PSIM Cahya Supriadi, sehingga membawa tim tamu unggul 0-1.
Menjelang turun minum, Bali United kembali menambah keunggulan. Pada menit 45+2, gelandang bertahan Tim Receveur memanfaatkan kemelut di kotak penalti usai situasi sepak pojok. Skor berubah menjadi 0-2 untuk keunggulan tim berjuluk Serdadu Tridatu itu.
Memasuki babak kedua, Laskar Mataram mencoba bangkit dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. Namun, Bali United justru memperlebar jarak pada menit 55 lewat tendangan kaki kanan akurat Irfan Jaya. Skor 0-3 membuat tuan rumah berada dalam tekanan besar.
PSIM akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan pada menit 65 melalui tendangan keras Savio Sheva yang menggetarkan gawang Bali United.
Selajutnya, momentum pertandingan mulai berubah ketika Bali United harus bermain dengan 10 pemain pada menit ke-70 setelah bek tengah Joao Ferrari menerima kartu merah. Unggul jumlah pemain, PSIM meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu pertandingan.
Hasilnya terlihat pada menit ke-88 ketika bek Bali United Ricky Fajrin, salah mengantisipasi bola dan mencetak gol bunuh diri. Skor menjadi 2-3.
Tak berhenti di situ, puncak drama terjadi pada menit ke-90. PSIM berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 lewat sundulan Franco Ramos Mingo, memanfaatkan umpan dari sisi sayap. Skor imbang bertahan hingga wasit Eko Saputra meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Pertandingan yang digelar pada malam hari di bulan Ramadan itu berlangsung dengan tempo kompetitif sejak awal. Kedua tim sama-sama disiplin dalam bertahan dan cepat dalam melakukan transisi serangan. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita