SLEMAN - Mengawali putaran ketiga Championship 2025/2026, PSS Sleman berhasil menyapu bersih dua laga kandang. Tambahan enam poin itu juga membuat Laskar Sembada berada di puncak klasemen sementara Grup Timur dengan 42 poin.
Tentu saja tren positif itu menjadi angin segar bagi Super Elja yang ingin mencapai ambisinya promosi ke Super League musim ini. Namun di balik kesuksesan itu, ada segelintir pertanyaan dari publik antara tim dengan menyusutnya jumlah suporter yang hadir di Maguwoharjo International Stadium (MaglS) akibat sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Menanggapi spekulasi itu, Pelatih PSS Ansyari Lubis langsung menampik anggapan bahwa berkurangnya tekanan dari suporter menjadi kemenangan timnya. Sebab, pelatih yang akrab disapa Uwak ini menilai berapa pun jumlah kehadiran suporter tidak berpengaruh terhadap performa para pemain.
"Saya kira (jumlah penonton) tidak bisa jadi acuan. Kemarin penonton penuh kami bisa seri, sekarang penonton setengah kami bisa menang. Itu cuma angka. Tapi kami tahu di luar sana ribuan orang juga menonton," jelasnya, Minggu (22/2).
Bagi Uwak, kehadiran suporter itu sangat berarti buat tim. Sebab ia menilai dengan adanya para Sleman Fans itu membuat motivasi pemain meningkat drastis. Apalagi, para suporter PSS Sleman ini sungguh luar biasa.
Mereka selalu mendukung tim di mana dan apa pun kondisi tim berada. "Seluruh suporter PSS Sleman, kami berjuang dan mereka juga berjuang memberikan energi yang luar biasa buat kami," tegasnya. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita