SLEMAN - Performa PSS Sleman tengah menjadi sorotan tajam. Laskar Sembada di penghujung putaran kedua Championship musim 2025/2026 seolah kehilangan taji.
Apalagi, Gustavo Tocantins dan kawan-kawan gagal mengamankan posisi puncak dan hanya mampu bermain imbang secara beruntun dalam tiga laga terakhir.
Tentu saja menurunnya performa PSS Sleman itu menjadi sorotan berarti para suporter. Efektivitas penyelesaian akhir (finishing) dianggap mulai kehilangan ketajaman di saat-saat pertandingan krusial.
Mengingat pada putaran pertama lalu, Super Elja sempat tampil trengginas dan berhasil menorehkan enam kali kemenangan secara beruntun.
Direktur teknik PSS Sleman Pieter Huistra mengaku tidak mau ambil pusing terkait hal tersebut. Sebab baginya saat ini tim yang lahir pada tanggal 20 Mei 1976 silam tersebut masih berada di jalur yang positif.
"Kami punya salah satu striker terbaik. Dia memang tidak mencetak gol di laga terakhir, tapi kami juga tidak bisa berharap striker cetak gol di setiap laga," ujarnya, Selasa (10/2).
Bukan tanpa alasan, Huistra mengatakan hal tersebut. Sebab menurutnya jika merujuk pada data statistik PSS Sleman sejatinya masih menjadi tim paling ganas Grup Timur Championship musim 2025/2026 ini.
Tercatat hingga pekan ke-18 tim Super Elang Jawa ini berhasil menjadi tim paling subur dalam mencetak gol dibandingkan tim-tim lainnya.
"Kami adalah tim dengan gol terbanyak di liga dengan catatan 33 gol. Tidak ada klub lain yang mendekati angka itu," tegasnya.
Selain itu, alih-alih meratapi menurunnya ketajaman lini depan, Huistra justru lebih tertarik membahas soal sektor lini belakang PSS Sleman saat ini.
Sebab baginya, kunci untuk kembali ke jalur kemenangan bukan di putaran ketiga nanti bukan hanya sekadar mencetak banyak gol saja, melainkan ada hal penting yang wajib diperhatikan, yakni menjaga kesucian gawang dari kebobolan.
"Saya justru ingin meningkatkan pertahanan agar lebih sering clean sheet, seperti saat melawan Barito Putera kemarin. Itu jauh lebih penting saat ini," tandasnya. (ayu)
Editor : Bahana.