Penampilan PSS Sleman mengalami penurunan di putaran kedua. Tercatat dalam tiga laga terakhir, tim berjuluk Super Elja ini gagal meraih kemenangan atau hanya mendapatkan hasil imbang secara beruntun. Alhasil tim yang lahir pada 20 Mei 1976 itu kini berada di peringkat tiga grup timur Championship.
Perolehan tersebut tentu saja berbanding terbalik jika dibandingkan saat putaran pertama lalu. Dari sembilan laga yang dijalani pada putaran kedua, anak-anak Bumi Sembada mencatatkan empat kali menang, empat imbang, dan satu kali kalah.
Baca Juga: Sempat Diboikot, Kuota Gate 910 untuk Laga Derby Mataram Sudah Diakomodasi Panpel PSIM
Tentu saja, perolehan tersebut dibilang sangat mengecewakan dibandingkan fase sebelum. Sebab, pada putaran pertama lalu, Laskar Sembada berhasil tampil dominan. Bahkan, Dominikus Dion dan kawan-kawan mencatatkan enam kali kemenangan secara beruntun.
Pada putaran pertama itu, Super Elang Jawa mengoleksi enam kemenangan, dua kali imbang, dan hanya sekali menelan kekalahan.
Pelatih PSS Ansyari Lubis angkat bicara mengenai menurutnya performa tim di putaran kedua lalu. Menurutnya faktor utama yang menyebabkan menurunnya performa tim itu tidak lepas dari banyaknya pemain utama yang mengalami cedera.
"Kami kehilangan banyak pemain utama kami seperti Cleberson dan Injai. Jadi banyak pemain-pemain utama kami yang mengalami cedera," ungkapnya, Rabu (4/2).
Baca Juga: BPK RI Sebut Penanganan TBC di Kulon Progo Kurang Optimal, Pelacakan TBC dan Birokrasi Dinilai Lemah
Selain karena faktor cedera, lanjut pria yang akrab disapa Uwak itu faktor lain yang menyebabkan menurunnya performa PSS pada putaran kedua karena seluruh tim kontestan di Grup Timur Championship musim 2025/2026 sudah mulai berbenah.
"Jadi tidak bisa kami bilang di putaran pertama kami menangnya banyak, di putaran kedua tentu bisa lebih banyak lagi, tidak. Karena semua tim pasti berjuang untuk bisa lebih baik," tegasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo