Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tambah Amunisi Pertahanan, PSIM Jogja Resmi Datangkan Bek asal Belanda Jop van der Avert

Fahmi Fahriza • Selasa, 3 Februari 2026 | 21:40 WIB
Pemain baru PSIM Jogja asal Belanda Jop van der Avert
Pemain baru PSIM Jogja asal Belanda Jop van der Avert

JOGJA - PSIM Jogja resmi memperkenalkan bek tengah asal Belanda, Jop van der Avert, sebagai rekrutan anyar pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Perekrutan pemain berusia 25 tahun itu menjadi bagian dari langkah strategis manajemen bersama Pelatih Jean Paul van Gastel untuk memperkuat kedalaman skuad, khususnya di sektor pertahanan.


Kehadiran Jop semakin menegaskan nuansa Belanda di tubuh Laskar Mataram. Selain ditangani oleh pelatih asal Negeri Kincir Angin Jean Paul van Gastel, PSIM juga telah diperkuat dua pemain Belanda lainnya, Donny Warmerdam dan Anton Fase. Kombinasi ini diharapkan mampu menghadirkan keselarasan gaya bermain serta memperkuat komunikasi antarpemain di lapangan.


Manajer PSIM Razzi Taruna mengungkapkan, keputusan mendatangkan Jop tidak lepas dari hasil evaluasi tim pelatih terhadap performa PSIM dalam beberapa pertandingan terakhir. Keterbatasan opsi pemain di lini belakang menjadi salah satu perhatian utama, terutama saat tim menghadapi situasi krusial.


"Pelatih menggarisbawahi pentingnya kedalaman skuad, terutama di lini belakang. Di beberapa game terakhir, contohnya lawan Persebaya itu, kami sangat kekurangan opsi pemain di lini belakang," ungkap Razzi Selasa (3/2).


Secara teknis, Jop dinilai memiliki karakter permainan yang sesuai dengan kebutuhan tim. Pemain berkaki kidal ini dikenal sebagai sosok versatile karena mampu bermain sebagai bek tengah maupun fullback kiri. Pengalamannya bermain di Belanda bersama FC Dordrecht, serta kiprahnya di kompetisi Asia saat tampil di Liga Korea Selatan, menjadi nilai tambah tersendiri bagi PSIM.


"Kualitas Jop menurut kami baik karena punya pengalaman bermain di Belanda dan terakhir di Liga 2 Korea. Lalu, saat Coach Van Gastel melatih di Liga 2 Belanda, Jop pernah bermain menghadapi tim asuhannya. Jadi secara tidak langsung, pelatih sudah tahu karakter permainannya, meski belum terlalu detail," tambah Razzi.


Di sisi lain, Razzi juga membuka peluang bagi Jop untuk melakoni debut bersama PSIM pada laga terdekat melawan Persis Solo, Jumat (6/2). Pemain kelahiran 11 Mei 2000 yang merupakan jebolan akademi NAC Breda itu diharapkan bisa segera beradaptasi dan memberikan kontribusi positif bagi tim.


"Harapannya Jop segera bisa beradaptasi dan berkontribusi untuk PSIM. Lalu untuk laga terdekat melawan Persis, bisa jadi sudah ikut bermain," tuturnya.


Meski demikian, Razzi menegaskan keputusan akhir terkait debut Jop sepenuhnya berada di tangan tim pelatih. Kondisi fisik dan kesiapan pemain akan menjadi pertimbangan utama sebelum diturunkan dalam pertandingan resmi.


"Sebenarnya secara administrasi tidak ada halangan, tetapi tergantung pada keputusan tim pelatih. Apakah ada faktor fisik atau segala macamnya itu sudah siap atau belum," jelas Razzi.
Sementara itu, Jop van der Avert menyambut antusias kepindahannya ke PSIM. Ia menilai Laskar Mataram sebagai klub besar dengan dukungan suporter yang luar biasa, serta menjadi tantangan menarik dalam perjalanan karier profesionalnya.


"Saya rasa ini adalah klub yang sangat besar dengan basis suporter yang besar, tim yang bagus, pelatih yang baik. Saya hanya ingin membantu tim untuk meraih poin sebanyak mungkin," ujar Jop.


Mantan pemain FC Dordrecht itu juga menegaskan dirinya datang dalam kondisi siap tempur. Pengalamannya bermain di Korea Selatan pada musim lalu membuatnya tetap menjaga kebugaran fisik dan siap menghadapi tantangan baru bersama PSIM.


"Tahun lalu saya bermain di Korea Selatan, saya menjaga kondisi tetap bugar, jadi saya siap untuk petualangan berikutnya. Saya tidak sabar untuk melihat kalian di pertandingan berikutnya. Kita akan bertemu satu sama lain di stadion," ulasnya. (iza/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Razzi Taruna #pemain Belanda #Jop Van der Avert #Laskar Mataram #Jean Paul van Gastel #PSIM Jogja