JOGJA - Perilaku tidak sportif terjadi di Liga 4 Piala Gubernur DIJ, Selasa (6/1) sore. Salah satu pemain KAFI Jogja FC melalukan pelanggaran berbahaya pada pemain UAD FC. Tendangan kungfu brutal sang pemain sampai pada kepala pemain lawan saat melakukan hadangan bola.
Perilaku kasar tersebut menjadi perhatian luas di media sosial. Apalagi terjadi tepat sehari setelah pemain Perseta Tulungagung mendapat perlakuan kasar dari lawannya di Liga 4 Jawa Timur.
Manajer UAD FC, Ahid Mudayana mengaku menyesalkan kejadian yang dialami salah satu pemainnya. Menurutnya pelanggaran itu sangat berbahaya dan tak seharusnya dilakukan sesama pemain sepak bola.
Lebih lanjut, Ahid juga menyarankan agar wasit juga harus lebih jeli dan tegas terhadap pelanggaran yang membahayakan. Karena sang pemain hanya mendapat kartu kuning. Harapannya agar kejadian tersebut tidak terulang lagi ke depannya.
"Jangan sampai sepakbola di Jogja menjadi tidak bermartabat dengan kejadian-kejadian yang dapat merugikan tim peserta liga 4," katanya, Selasa (6/1) malam.
Sementara, CEO KAFI FC Heri Kurniawan, menyampaikan permohonan maaf kepada tim UAD FC, PSSI dan seluruh pecinta sepak bola tanah air atas insiden tersebut.
Sebab menurutnya, pelanggaran yang dilakukan oleh salah seorang pemainnya saat pertandingan lanjutan kompetisi Liga 4 Piala Gubernur DIJ di Lapangan Sitimulyo tersebut.
"Karena kecerobohan menaikkan kaki terlalu tinggi saat berusaha mengambil bola, kemudian terjadi insiden pelanggaran tersebut," lontarnya.
Tak hanya itu, Hari juga menyatakan jika pihaknya telah melakukan teguran keras kepada pemainnya. Ke depan KAFI Jogja FC juga akan bertanggung jawab terhadap pemain UAD FC yang mengalami cedera tersebut.
"Sekali lagi, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas insiden ini dan berharap tidak terulang di kemudian hari," tegasnya. (ayu).
Editor : Heru Pratomo