BANTUL - PSS Sleman harus rela bermain imbang dengan Persikabo 1973 dengan skor 2-2 di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (4/2) malam.
Kemenangan Laskar Sembada yang sebenarnya sudah di depan mata harus buyar lantaran gol indah dari tendangan spekulasi jarak jauh Lucky Octavianto di menit ke-90.
Pelatih kepala PSS Sleman Risto Vidakovic mengaku, sebenarnya seluruh tim dari Laskar Sembada tidak ada yang senang dengan hasil imbang ini.
Sebab, mereka datang ke Stadion ini dengan ekspektasi menang pada pertandingan ini.
Tapi, menurut Risto, ada banyak perubahan dari dalam tim. Sehingga PSS Sleman saat ini sedang dalam situasi yang sulit juga.
Bermain di stadion berbeda dan tanpa kehadiran suporter juga dan banyak hal yang membuat tim Super Elja sulit berkembang.
"Hari ini kami berikan segalanya. Sayangnya mereka cetak gol di menit akhir dan kami harus menata pertandingan ke depan," ujarnya.
Kapten PSS Sleman Kim Jeffry Kurniawan juga mengaku kecewa dengan hasil imbang yang diraih kali ini. Walaupun Laskar Sembada sempat unggul sampai menit ke-90, lawan berhasil menyamakan kedudukan.
"Tentu sakit tapi ini lah sepak bola. Sebenarnya kami persiapan sudah lama dan merasa cukup siap untuk ambil tiga poin. Masih ada pertandingan lainnya," katanya.
Pelatih kepala Persikabo 1973 Aji Santoso menyebut, pertandingan kali ini sebenarnya berjalan cukup menarik. Terutama di babak pertama.
Sebab, menurutnya, para pemain Laskar Padjajaran benar-benar menguasai jalannya pertandingan. Sehingga mereka bisa memimpin 1-0 terlebih dahulu.
Baca Juga: Pengemplang Pajak Jadi Catatan BPKPD Kebumen
"Terus seharusnya kami dapat penalti. Lalu sempat tertinggal karena kesalahan penjaga gawang. Yang kedua kami bisa menyamakan kedudukan di menit-menit akhir," ucapnya
Walaupun bisa mencuri satu poin dari PSS Sleman. Namun Aji sedikit menyangkan pertandingan kali ini. Sebab menurutnya seharusnya timnya mendapatkan penalti karena Bustos handsball.
"Tapi mungkin wasit pandangan berbeda. Tetapi tetap saya syukuri karena target mencuri poin," tuturnya.
Pemain Persikabo 1973 Yandi Sofyan merasa sangat puas dengan permainan tim di laga kali ini. Karena determinasi dan semangat juang pemain sangat tinggi dan tidak mau kalah.
"Apa yang kami tunjukkan malam ini sangat persis dengan apa yang coach inginkan. Hasil 2-2 saya rasa sangat adil. Menurut saya, kami dapat dua penalti tapi ya ini pertandingan. Hasil ini patut kami syukuri," tandasnya.
Sebenarnya, skuad tim Super Elja yang bermain sebagai tim tuan rumah mampu sedikit mendominasi permainan sejak peluit kick off babak pertama dibunyikan.
Akan tetapi, Persikabo 1973 yang juga ingin memenangkan laga juga tak mau kalah.
Di babak pertama ini kedua tim saling jual beli serangan. Persikabo 1973 sempat memberikan ancaman.
Salah satu pemain dari tim yang berjuluk Laskar Padjajaran yang sudah berhadapan dengan Anthony Pinthus gagal mengeksekusi bola, malah bola itu terlepas dari kakinya.
Skuad tim Persikabo 1973 yang bermain dengan strategi counter attack kembali memberikan ancaman bagi pertahanan Laskar Sembada.
Kali ini sundulan pemain asing Laskar Padjajaran Joao Pedro hampir menjebol gawang Pinthus. Namun, sundulannya itu masih bisa dihalau.
Tim Super Elja juga tak mau kalah. Kali ini striker muda andalannya Hokky Caraka memberikan ancaman. Akan tetapi sundulannya masih melambung di atas gawang.
Lagi-lagi peluang dari tim Laskar Sembada terbuang sia-sia. Elvis Kamsoba yang tanpa kawalan gagal menendang bola dengan akurat. Tendangannya masih melebar di sisi kiri gawang Persikabo 1973.
Petaka bagi PSS Sleman muncul pada menit ke-28. Gelandang Persikabo 1973, Keven Aleman yang mendapat umpan dari Joao Pedro dan lolos dari kawalan berhasil mengecoh Pinthus.
Skor menjadi 0-1. Laskar Sembada tertinggal.
Tim Super Elja yang tertinggal terus mencoba menekan gawang Laskar Padjajaran. Kali ini Jonathan Bustos yang mendapat bola ribon gagal menendang bola yang masih membentur pemain Persikabo 1973. Lalu, upaya lanjutan dari Kim Jeffri pun gagal.
Angin segar bagi PSS Sleman muncul pada menit ke-40. Salah satu pemain Persikabo 1973 melanggar pemain PSS Sleman di dalam kotak pinalti. Sehingga wasit menunjuk titik putih untuk Laskar Sembada.
Jonathan Bustos yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil menuntaskan tugasnya. Sehingga dari gol ini Laskar Sembada mampu menyamakan kedudukan 1-1 pada babak pertama di laga ini.
Pada babak kedua, di menit-menit awal PSS Sleman yang mengincar kemenangan langsung memberikan ancaman.
Kali ini Kim Jeffry yang mendapat bola ribon menenendang dari luar kotak penalti. Namun tendangannya masih melebar.
Salah satu pemain Persikabo 1973 sebenarnya berhasil mencetak gol di menit ke-53. Namun gol tersebut dianulir wasit karena offside.
PSS Sleman kembali mendapatkan peluang. Kali ini, Hokky Caraka yang mendapat umpan true pass dari Bustos namun gagal mengeksekusinya. Tandangannya masih melambung di atas gawang.
Pada menit ke-62, Laskar Sembada berhasil menambah keunggulan. Kali ini Ezteban Vizcarra yang membobol gawang Laskar Padjajara.
Viscarra yang yang berdidi bebas di depan gawang mampu memanfaatkan kesalahan kiper Persikabo 1973 yang gagal menangkap bola.
PSS Sleman unggul sementara dengan skor 2-1.
Tim Super Elja yang unggul kembali mendapatkan kepercayaan dirinya.
Elvis Kamsoba yang berdiri bebas di dalam kotak penalti gagal mengeksekusi bola. Tendangannya masih melebar di kanan gawang.
Kedua tim sebenarnya saling jual beli serangan. Namun, PSS Sleman yang berperan sebagai tim tuan rumah masih sedikit mendominasi jalannya pertandingan.
Namun, di menit-menit akhir babak kedua Persikabo 1973 yang mengejar ingin menyamakan kedudukan mampu membalik keadaan. Mereka mampu mendominasi permainan.
Kemenangan Laskar Sembada yang sebenarnya sudah di depan mata harus rela sirna lantaran gol indah dari tendangan spekulasi jarak jauh Lucky Octavianto di menit ke-90.
Gol ini membawa Persikabo 1973 mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 hingga laga usai. (ayu)
Editor : Amin Surachmad