Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Owner PSS Sleman Persilakan jika Ada yang Mau Beli Saham Super Elja

AR
Ekspresi kekecewaan pemain PSS Sleman setelah dikalahkan Borneo FC dengan skor 1-2 dalam pertandingan Super League, di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Selasa (27/10). Foto : Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Ekspresi kekecewaan pemain PSS Sleman setelah dikalahkan Borneo FC dengan skor 1-2 dalam pertandingan Super League, di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Selasa (27/10). Foto : Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

Advertisement

 

SLEMAN - Hasil minor yang terus didapatkan PSS Sleman di awal kompetisi Super League musim 2026/2027, berbuntut panjang. Dinamika internal manajemen klub berjuluk Super Elang Jawa itu mulai buka suara ke publik menyusul tekanan bertubi-tubi dari suporter. 

Tekanan dari suporter yang menuntut perombakan total di manajemen tim dan pemain membuat masa depan kepengurusan klub kini berada di dalam tekanan. Mengingat performa minor PSS sendiri sejauh ini belum kunjung menemui titik balik di awal musim Super League musim 2026/2027.

Advertisement

Diketahui hingga pekan kedelapan kompetisi Super League musim 2026/2027, torehan Super Elang Jawa memang jauh dari kata memuaskan. Dari delapan pertandingan yang sudah dilakoni, PSS baru mampu memetik satu kali kemenangan, satu kali imbang, dan harus menelan enam kali kekalahan.

​Hasil minor ini memaksa klub kebanggaan warga Sleman terperosok ke zona merah degradasi, tepatnya berada di posisi ke-16 klasemen sementara dengan raihan yang sangat minim, yakni empat poin. Maka dari itu para Sleman Fans satu suara untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak manajemen klub.

Advertisement

Menanggapi hal ini, ​Direktur PSS Sleman Yoni Arseto mengungkapkan secara jujur terkait situasi pelik yang tengah dihadapi klub saat ini. Menurutnya, rentetan hasil buruk yang diraih tim di awal musim membuat jajaran manajemen mendapat perhatian serius, bahkan juga mendapatkan peringatan dari sang pemilik klub yang berada di Jakarta. 

​Tak tanggung-tanggung, lanjut Yoni, sang owner di Jakarta menyatakan jika memang ada pihak luar atau investor yang serius ingin mengambilalih dan mengelola PSS Sleman, pemegang saham pusat secara terbuka memberikan lampu hijau. PSS pun didol (dijual, Red).

"Masalahnya gini, kemarin sampai owner turun, kami pun juga sempat di-warning juga, ini saya sampaikan jujur. Kalau ada investor yang mau, silakan, mau diurus, silakan," ucap Yoni di hadapan para suporter, Senin (2/11) malam.

​Yoni menegaskan, pernyataan itu murni disampaikan sebagai bentuk keterbukaan atas instruksi dari atasan. Jika memang ada pihak yang memiliki kapasitas dan niat besar untuk menyelamatkan serta mengelola PSS secara penuh, jajaran pemilik di Jakarta tidak menutup pintu dan mempersilakan untuk melakukan pembelian saham.

"Itu saya menyampaikan dari atasan ketika memang kami diharapkan kalau ada yang mau mengelola. Dari owner sudah mempersilakan untuk membeli saham," tuturnya. (ayu/laz)

Advertisement
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

PSS Sleman Terpuruk, Investor Dipersilakan Masuk dan Beli Saham Klub

PSS Sleman Terpuruk, Investor Dipersilakan Masuk dan Beli Saham Klub

Di tengah tekanan suporter dan performa buruk PSS Sleman, Direktur Yoni Arseto menyebut pemilik klub membuka peluang bagi investor untuk membeli saham.

League Cup Perdana PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Kesempatan Pemain Pelapis Unjuk Gigi

League Cup Perdana PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Kesempatan Pemain Pelapis Unjuk Gigi

PSS Sleman menjamu PSGC Ciamis pada laga perdana League Cup 2026/2027. Pieter Huistra menyiapkan tiga pemain asing dan membuka peluang rotasi.

Sleman Fans Geruduk Manajemen PSS di Rumah Dinas Bupati, Posisi Pelatih Pieter Huistra Terancam

Sleman Fans Geruduk Manajemen PSS di Rumah Dinas Bupati, Posisi Pelatih Pieter Huistra Terancam

Ratusan Sleman Fans menggeruduk manajemen PSS Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (2/11/2026) malam.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer