Owner PSS Sleman Persilakan jika Ada yang Mau Beli Saham Super Elja

SLEMAN - Hasil minor yang terus didapatkan PSS Sleman di awal kompetisi Super League musim 2026/2027, berbuntut panjang. Dinamika internal manajemen klub berjuluk Super Elang Jawa itu mulai buka suara ke publik menyusul tekanan bertubi-tubi dari suporter.
Tekanan dari suporter yang menuntut perombakan total di manajemen tim dan pemain membuat masa depan kepengurusan klub kini berada di dalam tekanan. Mengingat performa minor PSS sendiri sejauh ini belum kunjung menemui titik balik di awal musim Super League musim 2026/2027.
Diketahui hingga pekan kedelapan kompetisi Super League musim 2026/2027, torehan Super Elang Jawa memang jauh dari kata memuaskan. Dari delapan pertandingan yang sudah dilakoni, PSS baru mampu memetik satu kali kemenangan, satu kali imbang, dan harus menelan enam kali kekalahan.
Hasil minor ini memaksa klub kebanggaan warga Sleman terperosok ke zona merah degradasi, tepatnya berada di posisi ke-16 klasemen sementara dengan raihan yang sangat minim, yakni empat poin. Maka dari itu para Sleman Fans satu suara untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak manajemen klub.
Menanggapi hal ini, Direktur PSS Sleman Yoni Arseto mengungkapkan secara jujur terkait situasi pelik yang tengah dihadapi klub saat ini. Menurutnya, rentetan hasil buruk yang diraih tim di awal musim membuat jajaran manajemen mendapat perhatian serius, bahkan juga mendapatkan peringatan dari sang pemilik klub yang berada di Jakarta.
Tak tanggung-tanggung, lanjut Yoni, sang owner di Jakarta menyatakan jika memang ada pihak luar atau investor yang serius ingin mengambilalih dan mengelola PSS Sleman, pemegang saham pusat secara terbuka memberikan lampu hijau. PSS pun didol (dijual, Red).
"Masalahnya gini, kemarin sampai owner turun, kami pun juga sempat di-warning juga, ini saya sampaikan jujur. Kalau ada investor yang mau, silakan, mau diurus, silakan," ucap Yoni di hadapan para suporter, Senin (2/11) malam.
Baca Juga: Sleman Fans Geruduk Manajemen PSS di Rumah Dinas Bupati, Posisi Pelatih Pieter Huistra Terancam
Yoni menegaskan, pernyataan itu murni disampaikan sebagai bentuk keterbukaan atas instruksi dari atasan. Jika memang ada pihak yang memiliki kapasitas dan niat besar untuk menyelamatkan serta mengelola PSS secara penuh, jajaran pemilik di Jakarta tidak menutup pintu dan mempersilakan untuk melakukan pembelian saham.
"Itu saya menyampaikan dari atasan ketika memang kami diharapkan kalau ada yang mau mengelola. Dari owner sudah mempersilakan untuk membeli saham," tuturnya. (ayu/laz)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



