Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peran Striker Asing Gustavo Tocantins dan Kolektivitas Tim Jadi Kunci PSS Sleman

AR

Photo
Photo


Advertisement

SLEMAN - Produktivitas striker asing PSS Sleman Gustavo Tocantins memang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Konsistensinya dalam mencetak gol di setiap putaran kompetisi Championship 2025/2026 membuktikan perannya sebagai penyerang haus gol yang memberikan dampak positif Super Elja.


Tercatat pada saat ini Tocantins sendiri sudah mencetak total 15 gol untuk PSS. Gol-gol itu diciptakan oleh pemain asal Brasil itu dari setiap putaran yang telah dilalui oleh Laskar Sembada.


Pada putaran pertama, pemain bernomor punggung 11 itu menunjukan produktivitas dengan mencetak lima gol dari empat pertandingan yang dijalani. Ini menjadi modal kuat bagi Tocantins untuk terus menjaga performanya di fase berikutnya.

Advertisement


Memasuki putaran kedua, ia Tocantins tetap menjadi predator gol yang membuat gawang lawan kembali bergetar. Mesin gol PSS ini mempersembahkan total delapan gol di putaran kedua, sehingga total menjadi 13 gol yang telah dikantongi pada fase ini.


Di putaran ketiga pun Tocantins tak mengendurkan performa. Lagi-lagi ia kembali mencetak gol saat menghadapi Deltras FC dan menambah satu gol lagi ke gawang Persipura Jayapura yang menjadi penanda spesial karena membulatkan koleksinya menjadi 15 gol hingga pekan ke-21.
Penampilan apik dan konsistensi Tocantins saat ini terbilang sangat berdampak pada tim.

Pasalnya, hingan pekan ke-21 ini PSS berhasil berada di puncak klasemen sementara Grup Timur.
Pencapaian itu pun juga mendapat apresiasi dari Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis. "Ya, kami sangat bersyukur punya Tocantins," ujarnya, Minggu (8/3).

Advertisement


Meski begitu, pelatih yang akrab disapa Uwak ini menyatakan posisi yang diraih PSS saat ini bukan berkat dari usaha Gustavo Tocantins saja. Tapi kerja sama tim menjadi kunci keberhasilan dari tim Super Elang Jawa sejauh ini.


"Artinya, 15 gol yang tercipta bukan hanya peran Tocantins saja, itu merupakan hasil kerja sama seluruh tim. Kami bisa melihat gol-gol yang kami ciptakan terjadi melalui kolektivitas permainan, termasuk gol kemarin dari Mofu. Prosesnya berawal dari pemain tengah yang mengalirkan bola ke Injaï dan langsung mengirimkan umpan silang," tuturnya. (ayu/laz)

Advertisement
Editor : Sevtia Eka Novarita
Sumber : Radar Jogja
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Titip Masker ke Suporter Borneo FC, Slemania Galang Donasi untuk Korban Karhutla di Kalimantan

Titip Masker ke Suporter Borneo FC, Slemania Galang Donasi untuk Korban Karhutla di Kalimantan

anggota Slemania saat melakukan aksi donasi masker di area MaglS, Selasa (27/10) sore.  Titip Masker ke Suporter Borneo FC, Slemania Galang Donasi untuk Korban Karhutla di Kalimantan

PSS Sleman Kalah Lagi di Kandang, Pieter Huistra Sebut Kartu Merah Ubah Jalannya Pertandingan

PSS Sleman Kalah Lagi di Kandang, Pieter Huistra Sebut Kartu Merah Ubah Jalannya Pertandingan

‎Pertandingan PSS Sleman melawan Borneo FC dalam pertandingan Super League di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Selasa (27/10). Foto : Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 Stefan Ashkovski Kena Kartu Merah Langsung, PSS Sleman Kalah Lagi di MagIS dari Borneo FC

Stefan Ashkovski Kena Kartu Merah Langsung, PSS Sleman Kalah Lagi di MagIS dari Borneo FC

Kalah dari Borneo FC, Pieter Huistra Soroti Kartu Merah yang Didapat Timnya Kalah dari Borneo FC, Pieter Huistra Soroti Kartu Merah yang Didapat Timnya Kalah dari Borneo FC, Pieter Huistra Soroti Kartu Merah yang Didapat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer