RADAR JOGJA – Hadapi tim Singapura U-16, coach Timnas U-16 Bima Sakti Tukiman antispasi strategi bertahan lawan. Dia akan menerapkan serangan cepat. Diimbangi dengan skema bertahan untuk antisipasi serangan balik tim lawan.

Bima Sakti meminta anak didiknya tetap waspada. Meski dalam pertandingan sebelumnya Singapura kalah 5-1 dari Vietnam. Walau begitu tetap diwaspadai adanya pergerakan serangan balik yang cepat.

“Tadi kita latihan menyerang dari tengah ke depan. Kita mengantisipasi Singapura yang akan main defense, kemudian kita antisipasi juga mereka punya satu striker nomor 9 (Muhammad Qaisy) cepat. Oleh sebab itu kita harus antisipasi serangan balik mereka,” jelasnya ditemui usai berlatih di Lapangan UNY, Selasa (2/8).

STRATEGI: Penggawa timnas U-16 tengah berlatih di Lapangan UNY, Selasa pagi (2/8). (DWI AGUS RADAR JOGJA)

Tentang taktik tim Singapura, Bima Sakti telah memantau melalui rekaman. Tepatnya saat pertandingan melawan tim Vietnam. Secara keseluruhan, Bima Sakti tak ingin memandang enteng para penggawa Singapura.

Satu lagi yang dia antisipasi adalah pergerakan pemain nomor punggung 9 Muhammad Qaisy. Baginya sosok remaja ini memiliki pergerakan yang cepat. Sehingga dapat menjadi potensi berbahaya apabila anak didiknya lengah.

“Artinya mereka juga bisa bikin gol. Itu yang harus kita antisipasi, karena catatan saya mereka punya nomor 9 itu cepat. Jadi kita harus fokus menyerang tapi kita harus fiks juga dengan nomor 9,” katanya.

Bima Sakti juga akan melakukan rotasi sejumlah pemain. Cara ini diklaim untuk menghemat tenaga saat menghadapi Vietnam. Kedua tim ini dijadwalkan bertemu pada 6 Agustus 2022.

Walau begitu, dia tetap meminta seluruh pemain fokus. Bermain maksimal untuk meraih poin kemenangan. Sehingga dapat lolos dalam tahapan seleksi grup A Piala AFF U-16 2022.

“Ya, ada rotasi beberapa posisi yang kirlta ubah, karena kita juga antisipasi nanti persiapan untuk lawan Vietnam. Tapi yang paling terpenting kita fokus dulu pertandingan saat melawan Singapura besok. Karena saya sampaikan ke pemain ini adalah penting dan hidup mati kita juga,” ujarnya.

Sementara secara internal, Bima Sakti memastikan seluruh anak asuhnya prima. Meski M. Riski Afrisal mengalami luka lecet, namun tetap bisa dimainkan. Tentunya diberikan perawatan agar luka cepat membaik.

Bima Sakti juga memastikan Ikram Al Ghaffari telah sembuh dari cacar air. Sebelumnya sosok ini menjalani isolasi selama 10 hari. Saat ini Ikram sudah menjalani latihan bersama pemain lainnya.

“Makanya kita isolasi dia, baru kemarin dia ikut latihan mudah-mudahan bisa cepat. Betul karena 10 hari dia enggak latihan normal seperti teman-teman yang lain, otomatis kondisinya agak menurun,” katanya. (Dwi)

Main Bola