RADAR JOGJA – Komite Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya memberikan sanksi kepada sejumlah klub Liga 1 dan Liga 2 yang melakukan pelanggaran. Dua tim asal DIJ, PSS Sleman dan PSIM Jogja tak luput dari hukuman tersebut. Kedua tim terkena denda dengan pelanggaran yang hampir sama.

Sanksi PSS didapat akibat melakukan dua pelanggaran yang sama. Yakni menyebabkan keterlambatan kick-off. Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI yang diunggah di laman resmi federasi, tim berjuluk Super Elang Jawa itu dijatuhi denda sebesar Rp 100 juta. Dengan masing-masing pelanggaran Rp 50 juta.

Adapun jenis pelanggaran yang masuk kategori tingkah laku buruk tim dan kriteria pelanggaran regulasi terjadi 5 September 2021. Ketika menghadapi Persija Jakarta di pekan pertama Liga 1 2021/2022. Sedangkan pelanggaran lainnya, saat pekan ketiga melawan Arema FC (19/9).

Sementara itu, PSIM dijatuhi denda total Rp 33 juta karena melakukan dua bentuk pelanggaran. Yang pertama karena keterlambatan kick-off pada laga kontra HW FC (4/10). Atas kejadian itu, PSIM harus membayar denda sebesar Rp 30 juta.

Sedangkan Rp 3 juta untuk pelanggaran yang dilakukan gelandang Yudha Alkanza di pertandingan yang sama. Selain denda, Yudha juga sebelumnya dilarang tampil di dua laga karena menyikut pemain.

Media Officer (MO) PSIM Ditya Fajar Rizkizha mengatakan, soal sanksi pihaknya telah menerima surat pemberitahuan dari Komdis PSSI. Ditya berujar sanksi tersebut diharapkan menjadi pembelajaran bagi Laskar Mataram -julukan PSIM. “Semoga itu tidak terulang lagi dan bisa menjadi pembelajaran elemen tim. Harapannya kami bisa lebih baik lagi,” ujarnya kepada Radar Jogja kemarin (21/10).

Ketua Komdis Erwin Tobing menyatakan, di Liga 1 ada 12 kasus pelanggaran dengan klasifikasi berbeda-beda. Itu terjadi sejak 8 September hingga 9 Oktober. Sedangkan di Liga 2 ada 14 kasus sejak 1 Oktober sampai 17 Oktober. “Salah satu kasus itu karena menyikut pemain lawan. Saya berharap, baik Liga 1 dan 2 tidak ada lagi pelanggaran berat ke depannya. Kami semua ingin sepak bola berjalan fair play,” papar Erwin seperti dilansir laman resmi PSSI. (ard/din)

Main Bola