RADAR JOGJA – Sudah setahun lebih kompetisi Liga Indonesia vakum karena pandemi Covid-19. Dalam kurun waktu itu liga juga mengalami beberapa kali penundaan. Lonjakan kasus Covid-19 di tanah air menjadi penyebabnya.

Penundaan liga yang berulang kali tentu berdampak pada fisik maupun psikis pemain. Seperti dialami skuad PSIM Jogja. “Pasti ada pengaruhnya karena penundaan liga menjadi traumatik. Tidak cuma pemain, tapi buat kami semua,” ujar Pelatih Fisik PSIM Asep Ardiansyah.

Sebelum liga ditunda, klub berjuluk Laskar Mataram itu telah mempersiapkan diri sejak akhir Maret lalu. Selain berlatih, mereka juga menggelar pemusatan latihan alias TC dan melakoni beberapa kali uji coba dengan tim Liga 1 dan Liga 2. Sayang, liga yang sudah di depan mata harus diundur lantaran penerapan PPKM Darurat.

Eks pelatih fisik PSS Sleman itu memaklumi kekecewaan para pemain. Namun, dia berharap Aditya Putra Dewa cs tetap semangat dan tak mengendorkan semangat latihan. Apalagi, sejak diliburkan pemain diberi program latihan mandiri secara virtual.

“Saat ini anak-anak masih latihan online saja. Nggak bisa dipungkiri saat individual training kondisi fisik pemain pasti menurun, tapi setidaknya tidak drop banget,” katanya.

Latihan tanpa kejelasan status kompetisi tentu membikin pemain jenuh. Lantas, apa yang dilakukan tim pelatih agar pemain tidak bosan? “Untuk sementara belum ada strategi apa-apa. Kami masih melihat keadaan, kan masih PPKM,” beber Asep.

Sementara itu, pemain PSIM Savio Sheva antusias menjalankan program latihan mandiri selama PPKM. Meski kecewa kompetisi ditunda, gelandang 20 tahun itu legawa.

“Ya tentu kecewa pasti, karena kita sudah siap secara fisik dan mental. Tapi kita sebagai pemain tidak bisa berbuat banyak. Karena ini juga demi kebaikan bersama, apalagi kasus Covid-19 sangat tinggi,” ucapnya.

Di luar itu, pemain kelahiran 23 April 2001 ini sadar menjaga kebugaran adalah kewajiban bagi pemain profesional. Ketidakjelasan kompetisi bukan halangan untuk tetap berlatih maksimal.

“Saya biasa jogging di dekat rumah dan latihan koordinasi saja. Hanya yang ringan-ringan, tetap dengan pantauan tim pelatih,” paparnya.

Sebelumnya, PSIM memutuskan kembali meliburkan skuadnya sampai 31 Juli mendatang. Klub kebanggaan Brajamusti dan The Maident itu dijadwalkan menggelar latihan bersama pada 1 Agustus nanti. (ard/laz)

Main Bola