RADAR JOGJA – PSS Sleman akan bersua Madura United di laga perdana turnamen pramusim Piala Menpora 2021, 23 Maret mendatang. Tim berjuluk Super Elang Jawa itu tergabung di grup C bersama perwakilan Jawa Timur. Selain Madura United, ada Persebaya Surabaya, Persik Kediri, dan Persela Lamongan.

Stadion Si Jalak Harupat akan menjadi arena pertandingan di grup C. Perihal venue, Pelatih PSS Dejan Antonic menyambutnya dengan positif. Mau bermain di manapun tak menjadi masalah bagi Dejan, apalagi semua tim akan bermain di tempat netral.

“Tidak apa-apa, lihat kami main di Bandung atau Malang atau mungkin di Solo lebih bagus karena lebih dekat dari rumah kami. Tidak terlalu banyak beda karena semua tim main di lapangan netral,” kata Dejan Kamis (11/3).

Meski menghadapi tim-tim kuat dari Jatim, PSS tak gentar. Dejan meminta anak asuhnya tetap percaya diri. Dia menilai semua tim yang akan menjadi rival mereka, harus dihadapi dengan permainan all out.

“Tim Jatim semua itu ya tantangan besar untuk kami. Tapi lawan siapa saja nggak usah ditakuti, tidak ada alasan untuk takut dari tim lain. Pasti kami fight di semua pertandingan,” ujar pelatih 52 tahun itu.

Yang pasti, Dejan berharap PSS dapat meraih hasil positif di Piala Menpora. Kerja keras sangat diperlukan untuk membangun chemistry antarpemain. Apalagi musim ini, Laskar Sembada -julukan lain PSS- banyak mendatangkan pemain anyar.

Di luar itu, pelatih kelahiran Belgrade, Serbia itu berjanji memberikan kesempatan pemain muda unjuk gigi. Juga akan banyak melakukan rotasi di ajang pramusim nanti. “Tentu akan banyak kesempatan untuk semua bermain, termasuk beberapa pemain muda. Kalau semua kerja keras dan tampil bagus ke depan pasti punya peluang untuk main di Liga nanti,” tandasnya.

Skuad Super Elja sendiri sudah tiba di Kota Kembang, Rabu (10/3) lalu. Sesampainya di Bandung, para pemain langsung dilakukan berbagai tes kesehatan. Seperti swab antigen dan serangkaian medical check up.

Dokter tim PSS Elwizan Aminuddin menuturkan, medical check up dilakukan melalui rangkaian yang cukup panjang dan berstandar FIFA, AFC, serta PSSI. “Jadi supaya menentukan pemain itu layak atau tidak untuk kami ambil, hasil MCU itu yang akan berbicara,” ucap pria yang akrab disapa Dokter Amin itu.

Ia menjelaskan, MCU dimulai dari pemeriksaan fisik dari kaki hingga ujung rambut. Lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan ortopedi untuk melihat apakah para pemain tersebut punya riwayat cedera sebelumnya atau tidak. “Ada juga pemeriksaan elektrokardiogram. Setelahnya kami lakukan pemeriksaan treadmill atau fisik jantung saat dia aktivitas. Lalu pemeriksaan radiologi dan audiometri hingga spidometri,” paparnya.

Hasil swab test dapat dilihat 15-30 menit setelah diambil sampelnya oleh petugas kesehatan. Sedangkan hasil MCU baru dapat dilihat keesokan harinya atau tepatnya hari ini (12/3). Nantinya, hasil tes kesehatan ini akan dilaporkan dan menjadi pertimbangan klub untuk para pemainnya. (ard/laz)

Main Bola