RADAR JOGJA – Mayoritas kontrak pemain PSIM akan habis akhir bulan ini. Namun hingga kini manajemen Laskar Mataram urung memperpanjang kontrak TA Musafri cs. Lalu, bagaimana nasib para pemain PSIM?

Manajer PSIM David MP Hutauruk mengatakan, renegosiasi kontrak akan dilakukan setelah ada kepastian kick off Liga. “Opsi perpanjangan kontrak kalau sudah ada kejelasan mengenai Liga. Durasi kontrak setiap pemain berbeda, tapi mayoritas kontrak kedaluwarsa Desember ini,” katanya.

Tak dipungkiri perihal kontrak pemain cukup memusingkan klub. Sebab jika Liga dimainkan pada Februari, tentu sudah masuk musim baru dan harus ada negosiasi ulang.

Kali terakhir manajemen melakukan renegosiasi kontak yakni Agustus lalu. Itu menyusul rencana PSSI yang akan menggulirkan kompetisi pada Oktober. Saat itu seluruh pemain melakukan teken kontrak dengan manajemen. Hanya karena kompetisi tidak jelas dan diundur sampai tahun depan, sebagian kontrak pemain pun bakal hangus.

Salah seorang pemain senior PSIM TA Musafri berujar, pemain masih menunggu perpanjangan kontrak. Sebab, sejauh ini belum ada pembahasan yang dilakukan dengan manajemen. “Soal kontrak belum ada ya, kami menanti saja akan seperti apa ke depan. Yang pasti kalau untuk pembayaran gaji sesuai SK PSSI, yakni 25 persen,” beber gelandang 38 tahun itu.

Di luar itu, klub juga belum menerima subsidi dari PT LIB selaku operator kompetisi. Sebab, sejak kompetisi di setop PSIM baru menerima dua kali subsidi. “Subsidi sampai dengan saat ini kami baru terima pada bulan Maret Rp 250 juta dan September Rp 250 juta,” terang David. (ard/laz)

Main Bola