RADAR JOGJA – SATU per satu pemain asing PSS memilih meninggalkan Indonesia menyusul ketidakpastian kompetisi musim 2020. Sebelumnya Guilherme Batata dan Yevhen Bokhashvili sudah lebih dulu bertolak ke negaranya. Kini giliran gelandang asal Liberia Zah Rahan Krangar yang memutuskan pulang kampung dalam waktu dekat ini.

Zah Rahan mengatakan, alasan pulang kampung lantaran ingin merayakan Natal bersama keluarga besarnya. Terlebih, nasib kompetisi juga tak jelas. “Ya, saya memutuskan pulang. Bisa menghabiskan Natal bersama anak dan istri. Tapi masih menunggu, belum tahu tanggalnya karena masih ada yang harus di urus di sini,” ujarnya kemarin (4/12).

Sementara itu, Humas PSS Yohanes Sugianto berujar karena tidak ada aktivitas latihan, pemain memilih meninggalkan Sleman. Apalagi, mereka juga ingin menikmati Hari Natal bersama keluarga. “Sambil menanti jadwal latihan kembali yang diperkirakan Januari 2021 (sesuai rencana kompetisi bergulir kembali Februari 2021),” kata pria yang akrab disapa Yo itu.

Yo menuturkan, selain merayakan Natal kedua penggawa PSS yakni Yevhen dan Batata juga tengah menantikan kelahiran buah hatinya. “Kami turut bergembira dan berdoa semoga kelahiran istri kedua pemain penting PSS itu berjalan lancar,” ucapnya.

Di sisi lain, dampak ketidakpastian Liga dan adanya pemotongan gaji besar-besaran membuat sebagian besar pemain asing di Liga 1 memilih pergi. Seperti beberapa di antaranya pemain Bhayangkara FC, Persipura Jayapura, hingga Bali United. Selain itu, juga karena faktor kontrak yang habis Desember 2020.
Di PSS yang habis kontrak pada Desember ini adalah gelandang andalan asal Brasil, Batata. Pemilik nomor punggung nomor 88 itu bahkan sebelumnya mengaku jika masa depannya bersama PSS belum jelas. Menurutnya, segala kemungkinan bisa saja terjadi. (ard/laz)

Main Bola