RADAR JOGJA – Hampir tiga pekan skuad PSIM Jogja diliburkan. Menyusul ditundanya kompetisi. Para pemain juga sudah meninggalkan Jogja sejak manajemen memutuskan meliburkan skuad pada 24 Oktober lalu. Apa yang dilakukan tim pelatih?

Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara meminta anak asuhnya tetap menjaga kondisi. Pelatih berlisensi AFC Pro itu yakin TA Musafri cs tahu apa yang harus dilakukan. Apalagi, dalam sesi latihan lalu tim pelatih sudah memberikan materi ekstra training per individu. Sehingga saat libur para pemain seharusnya bisa menjaga diri. “Itu kalau para pemain pada sadar bisa memahami dirinya sendiri apa yang harus dilakukan. Kita lihat di latihan perdana seberapa jauh mereka bisa mempertahankan (kondisi) di situ,” ucap Seto saat dihubungi Radar Jogja, Jumat (13/11).

Dikatakan, untuk libur kali ini tim pelatih tidak memberikan program latihan khusus. Juga tidak wajib melaporkan hasil latihan kepada pelatih. Mereka dibebaskan latihan asal tetap dijalankan secara rutin. “Sudah berbeda ya tidak seperti libur awal Covid-19 dulu. Mungkin sekarang pandemi tidak begitu menjadi momok, tapi tetap harus waspada,” tandasnya. “Yang jelas pemain yang merasa ada kekurangan silakan nambah karena kebugaran bisa dijaga tapi fisik dan endurance pemain pasti berbeda,” imbuh eks pelatih PSS Sleman itu.

  1. Disinggung soal banyaknya pemain yang ikut pertandingan antarkampung alias tarkam, Seto memaklumi. Dia menyebut ketidakpastian kompetisi menjadi dilema besar bagi pemain. Meski, sebelumnya pihaknya juga sudah menyarankan agar pemain bersikap profesional. “Tapi saya hanya bisa memberikan pengertian seperti itu, kalau masalah tarkam atau nggak itu kan ada di draf kontrak dengan manajemen. Saya hanya menyarankan itu saja bersikap profesional seperti apa,” bebernya.

Kompetisi Liga Indonesia musim 2020 direncanakan kembali digulirkan Februari 2021 mendatang. Meski masih menyisakan tiga bulan lagi, PSIM sudah punya ancang-ancang kapan tim kembali dikumpulkan. Seto menyebut waktu ideal untuk memulai latihan setidaknya minimal sebulan jelang kick off.

Meski, sebetulnya waktu tersebut dinilai sangat mepet jika kompetisi benar-benar dilanjutkan Februari. “Dengan situasi sekarang semua kan nggak jelas. Dijadwalkan Februari tapi bisa saja diundur lagi,” ujar Seto.

Sementara itu, Pelatih Fisik PSIM Asep Ardiansyah berujar kondisi fisik pemain sudah pasti mengalami penurunan, apalagi ditengah ketidakjelasan seperti sekarang. Namun, dia berharap penurunan kondisi pemain tidak terlampau drastis. “Harapan dari kami tim pelatih, pemain sadar dalam menjaga kebugaran masing-masing,” kata eks asisten Seto di PSS itu. (ard/pra)

Main Bola