RADAR JOGJA – Ketidakjelasan kompetisi Liga Indonesia memaksa klub kembali meliburkan skuad. Salah satunya dilakukan PSIM Jogja. Ya, manajemen Laskar Mataram -julukan PSIM- memutuskan menghentikan aktivitas latihan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Atau sampai ada kejelasan kompetisi.

Sebelumnya tim yang memiliki komunitas pendukung Brajamusti dan The Maident itu tetap memilih melakoni latihan seperti biasa. Namun, sejak Sabtu (24/10) manajemen PSIM sepakat untuk mengakhiri aktivitas latihan yang sudah berjalan hampir dua bulan. Manajer PSIM David MP Hutauruk menyebut keputusan itu diambil usai manajemen berdiskusi dengan jajaran tim teknis. “Periode libur ini sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian,” ujarnya.

Menurut dia, manajemen tidak mau mengambil risiko. Sebab, menjalankan aktivitas latihan ditengah ketidakpastian tentu akan membuat klub merugi. Karena itu langkah meliburkan pemain dinilai sebagai keputusan yang tepat. “Kami akan menyesuaikan dengan kepastian jadwal bergulirnya kompetisi yang kami harap secepatnya segera dipastikan federasi dan operator kompetisi,” harap David.

Meski libur tim pelatih tetap memberikan progam latihan kepada pemain. Dengan harapan TA Musafri dkk tetap dalam kondisi prima.

Libur panjang direspons penjaga gawang PSIM Ivan Febrianto. Meski harus kembali menjalani latihan mandiri, tidak menjadi persoalan berarti bagi kiper asal Semarang, Jawa Tengah. “Federasi nggak bisa ngasih kejelasan kapan. Toh kalau latihan terus manajemen bakal keluar biaya untuk oprasional tim,” ucap Ivan.

Karena ketidakjelasan ini pula penggawa PSIM memilih untuk pulang kampung. Sejak kemarin mereka silih berganti meninggalkan Mess PSIM yang terletak di Baciro, Kota Jogja. “Iya di wisma cuma tinggal kitman. Yang lain pulang soalnya sudah tahu kalau liga tahun ini tidak jelas,” bebernya. (ard/bah)

Main Bola