RADAR JOGJA – Penundaan kompetisi Liga Indonesia tak hanya merugikan klub secara material. Namun juga berdampak pada program latihan yang sudah disusun tim pelatih. Hal itu juga turut dirasakan Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara.

Sama seperti tim lain, klub berjuluk Laskar Mataram ini sejatinya sudah menggelar latihan rutin sejak 2 September lalu. Bahkan mereka sudah tiga kali melakoni laga uji tanding. Secara keseluhan skuad PSIM dalam kondisi yang baik. Juga menunjukkan progres signifikan pasca diliburkan sejak Maret lalu.

Selain memfasilitasi latihan, manajemen juga sudah keluar uang untuk perawatan kesehatan pemain selama pandemi. Namun sayang, kompetisi Liga 2 yang seharusnya dimulai 17 Oktober ini harus di tunda hingga sebulan ke depan. Karena itu, Seto mengaku cukup kecewa dengan penundaan kompetisi. Apalagi, keputusan itu dilakukan secara mendadak. “Secara program tentu sangat menggangu dan itu yang menyulitkan kami. Apalagi pemain juga sebenarnya sudah siap berkompetisi,” ujarnya kepada Radar Jogja Kamis  (1/10).

Yang jelas keputusan penundaan kompetisi juga membuat tim pelatih terpaksa merombak serta menyiapkan program latihan yang baru. Selain itu, keinginan PSIM untuk menambah amunisi juga sedikit terganjal. “Sebetulnya kalau kemarin sesuai jadwal kick off, minggu ini mungkin ada penambahan pemain. Tapi kalau minggu ini nggak ada pemain datang, ya berarti tidak ada pemain tambahan. Cuma karena mundur sebulan jadi masih ada waktu kalau mau manambah,” beber eks pelatih PSS Sleman itu.

Dengan begitu, tim kebanggaan Brajamusti dan The Maident ini harus bersabar untuk mendaratkan pemain anyar. “Tapi kami tetap fokus dengan pemain yang ada sambil mencari,”  tambah Seto.

Di sisi lain, pelatih berlisensi AFC Pro itu tetap melihat sisi positif dari ditundanya kompetisi. Sebab, PSIM punya waktu tambahan untuk membenahi kekurangan tim. Meski sebetulnya kompetisi pun masih tanda tanya, apakah bakal dilanjutkan atau tidak. Sebab, dalam konferensi pers daring di Kantor Kemenpora, Selasa (29/9) lalu, Ketum PSSI Mochamad Iriawan tidak menjamin izin turun seandainya pandemi Covid-19 di tanah air belum mereda.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu hanya berharap kompetisi musim ini tetap dilanjutkan. “Kepastiannya ini yang masih membingungkan. Makanya sementara tim kami liburkan empat hari, mulai hari ini (kemarin, Red) sampai Minggu. Tapi nanti tetap ada latihan lagi,” ucap Seto.

Sementara itu, Manajer PSIM David MP Hutauruk meminta ketegasan sikap dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait keberlangsungan kompetisi November mendatang. Meski demikian, pihaknya juga mendukung keputusan dari federasi.

“Intinya ya menerima keputusan itu karena menyangkut kemanusiaan dan kesehatan banyak orang. Tapi tetap kami berharap ada kejelasan sesegera mungkin, apakah kompetisi benar-benar bisa diputar,” tandasnya.

Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang rencananya dilanjutkan Oktober ini harus ditunda lantaran Polri tidak mengeluarkan izin keramaian. Adapun beberapa pertimbangan yang melandasi Polri mengambil keputusan itu, di antaranya, karena kasus Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi. Alasan lain yaitu sebelumnya Polri sudah mengeluarkan maklumat dan tidak mengeluarkan izin di semua tingkatan pada saat ini. (ard/laz)

Main Bola