RADAR JOGJA – Sebagai persiapan jelang restart kompetisi Liga 2, PSIM Jogja menggelar uji coba Rabu (23/9) sore. Tim berjuluk Laskar Mataram ini menghadapi kontestan Liga 1 Barito Putera. Uji coba memang diperlukan untuk melihat perkembangan pemain setelah tiga pekan berlatih.

Pertandingan yang berlangsung secara tertutup di Stadion Mandala Krida itu berakhir sama kuat 1-1. Dalam laga ini, PSIM sempat tertinggal terlebih dulu. Tim besutan Djajang Nurjaman itu sukses membuka keunggulan melalui kaki Ambrizal Umanaillo pada menit ke-20. Sedangkan gol balasan PSIM berhasil dicetak Yudha Alkhanza pada menit ke-88.

Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara mengatakan, pertandingan berjalan cukup baik. Namun, menurutnya, hasil laga tak terlalu penting. Sebab, yang terpenting adalah bagaimana proses terjadinya gol yang tercipta, baik saat kemasukan maupun memasukkan.

“Positif yang kami dapat memang ada kekurangan, tapi juga ada kelebihan. Yang lebih penting lagi pemain yang mengganti, cara bermainnya sama,” tambah Seto.

Pelatih berlisensi AFC Pro itu berharap punya skuad yang merata. Artinya antara skuad utama dan cadangan tak timpang. Sehingga dapat memudahkan pelatih untuk memilih komposisi pemain saat bertanding. “Jadi untuk pemilihan siapa yang main, tidak ada kesulitan,” katanya.

Di sisi lain Seto turut berkomentar soal draf jadwal pertandingan yang dirilis PT LIB. Menurut eks pelatih PSS Sleman ini, jadwal tersebut cukup menguntungkan lantaran ada sedikit jeda untuk recovery. Tenggang waktu empat sampai lima hari itu dinilai bagus.

Harapannya dengan waktu yang cukup itu, anak asuhnya dapat tampil maksimal di setiap laga. “Kami juga siapkan untuk pemain mungkin untuk risiko cedera dan kelelahan pemain. Itu coba kami antisipasi,” tandasnya.

Seperti diketahui, PSIM yang tergabung dalam grup C lanjutan Liga 2 2020 itu bakal memulai petualangannya dengan menghadapi Putra Sinar Giri pada 19 Oktober mendatang. (ard/laz)

Main Bola