RADAR JOGJA – Ibarat bermain game, PSIM Jogja masih punya kemungkinan lolos ke level berikutnya yaitu babak 8 besar. Namun di sisi lain, kemungkinan game over juga ada.

Kuncinya ada di dua pertandingan tersisa. Apabila memenangi semuanya dan rival di atasnya tergelincir maka Laskar Mataram bisa melenggang ke babak selanjutnya.

Pelatih baru PSIM Jogja Liestiadi menginventarisasi dan proviling kondisi tim. Selain berdiskusi dengan tim pelatih dan pemain senior, coach dengan lisensi AFC Pro itu juga menerima masukan dan pelatih sebelumnya Aji Santoso.

“Kami mendapatkan banyak masukan, yang semuanya tentu sangat membantu. Termasuk dari coach Aji. Bagaimana kondisi pemain dan karakternya,” kata Liestiadi kepada wartawan.

Salah satu yang menjadi masukan Aji adalah Yoga Pratama. Pemain yang sempat mendapatkan panggilan tim nasional itu memiliki potensi. Termasuk perannya sebagai pemain inti tim musim lalu. Karena itu Liestiadi tak sungkan memberinya peluang bermain melawan Persatu besok.

“Tidak hanya karena putra daerah yang tentu akan bermain allout. Tapi hal-hal positif lain yang kami harapakan besok berkontribusi besar di tim,” ujarnya.

Sayangnya, debut Liestiadi kemungkinan tidak akan bisa memainkan semua amunisi yang ada. Sebab beberapa pemain masih dalam kondisi kebugaranyang tidak 100 persen. Selain Gonzales yang absen karena akumulasi kartu, Junius Bate, Agung Pribadi, Hendika Arga, Syaiful Indra, Nugroho dan Heri Susilo diragukan tampil.

“Masih agak riskan jika memaksakan mereka bermain. Tapi kami tentu harus optimistis dengan pemain yang ada bisa berjuang keras dan meraih tiga poin di kandang,” jelasnya. (riz)

Main Bola