RADAR JOGJA – PSIM Jogja resmi merekrut mantan penyerang Timnas Indonesia U-23, Aldaier Makatindu di bursa transfer jelang putaran kedua. Pemain 26 tahun itu didatangkan dari PSIS Semarang dengan status peminjaman.

Tambahan satu pemain di lini depan diharapkan mampu membuat keran gol PSIM semakin lancar. Sejauh ini, Laskar Mataram sangat ketergantungan dengan striker veteran Cristian ‘El Loco’ Gonzales. Sementara jika eks Persib dan Arema itu dikunci bek lawan, lini serang PSIM mati kutu.

Sedangkan opsi lainnya yaitu penyerang muda Muhammad Dwi Rafi Angga jelas masih perlu banyak jam terbang. Karena itu mendatangkan ujung tombak siap pakai menjadi opsi realistis. Apalagi putaran kedua akan semakin ketat. Guna merebutkan slot lolos ke babak 8 besar.

Aldaier sebenarnya sudah berada di Mandala Krida saat PSIM dikalahkan Mitra Kukar, Selasa (27/8). Namun urung dimainkan, dan hanya menonton bersama pemain PSIM lainnya dari tribun VVIP.

Di PSIM, pemain yang ikut mengantarkan Mahesa Jenar promosi ke Liga 1 itu akan mengenakan jersey nomer 11. Nomor itu digunakan Aldaier sejak bergabung dengan PSIS di pertengahan Liga 2 2017 lalu. Namun ternyata sebenarnya dia mengincar nomor punggung lain.

“Sebenarnya ingin nomor 25 sesuai tanggal lahir saya. Namun nomor itu ternyata sudah ada yang punya, jadi saya gunakan 11 lagi,” kata Aldaier, Kamis (29/8).

Di PSIM, nomor punggung 25 sudah lebih dulu dipilih oleh bek Junius Bate. Eks PSS Sleman itu juga diboyong di jendela transfer pertengahan musim.

Pemain yang bisa dimainkan di sayap dan striker itu mengatakan, sosok Aji Santoso jadi faktor kuat dirinya menerima tawaran bergabung ke Jogja. Aldaier dan Aji sempat bekerja sama di Timnas Indonesia U-23 tahun 2014 lalu.

“Coach Aji membuat saya yakin bermain ke PSIM. Apalagi beliau langsung mengontak saya untuk bergabung,” bebernya. (riz)

Main Bola